Pengguna Smartphone di Indonesia Sering Kehilangan Data, Kenapa?

  • Whatsapp
Pengguna Smartphone di Indonesia Sering Kehilangan Data, Kenapa?
Pengguna Smartphone Di Indonesia Sering Kehilangan Data, Kenapa?

Jakarta: Western Digital Corp. yang dikenal sebagai perusahan produsen solusi perangkat dan teknologi penyimpanan data baru saja melakukan riset bersama firma bernama DEKA. Riset yang dipaparkan membahas fenomena pengguna smartphone Indonesia yang kerap kehilangan data.

“Kehadiran smartphone telah menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari. Kita menggunakan smartphone untuk menyimpan dan berbagi tentang kehidupan kita, baik itu mengambil foto atau video untuk berbagi kenangan, atau untuk menjaga hubungan dengan rekan dan kerabat melalui telepon, SMS, atau media sosial,” tutur Direktur Sales Regional Western Digital, Amy Tan.

Muat Lebih

Namun, menurut Amy banyak pengguna smartphone yang lupa untuk melindungi konten yang mereka buat dengan smartphone mereka. Dengan dukungan Western Digital, firma riset DEKA kemudian melakukan survei ke 1.120 pengguna smartphone di 6 kota besar Indonesia.

Dalam survei tersebut, 51 persen responden adalah laki-laki dan 49 persen sisanya adalah perempuan. Responden survei terbanyak berada di rentang usia 25-34 tahun, yaitu sebanyak 25 persen. Responden termuda berumur 18 tahun dengan usia tertua di rentang 55-66 tahun.

Western Digital dan DEKA menemukan fakta menarik bahwa 67 persen responden mengaku pernah mengalami kasus kehilangan data sementara 33 persen belum pernah mengalaminya. Selama ini, ada anggapan bahwa virus menjadi penyebab utama data hilang di smartphone. Padahal, faktanya tidak selalu demikian.

Hasil riset DEKA menemukan 51 persen responden mengalami kehilangan data karena mereka menghapus data tersebut untuk memberikan ruang di memori perangkat sehingga mereka dapat menyimpan data terbaru. Ditambah 26 persen dari responden yang menghapus data karena kesal selalu menerima notifikasi bahwa kapasitas memori hampir atau sudah penuh.

Penyebab data hilang akibat perangkat yang rusak justru berada di posisi ketiga, diwakili oleh 22 persen responden. Sementara penyebab dari serangan virus berada di posisi kelima yang hanya dialami oleh 18 responden. Dari hal ini, terlihat bahwa banyak pengguna smartphone yang tampaknya memiliki masalah dengan kapasitas memori perangkat.

Dari riset mengenai kapasitas memori perangkat milik responden, 49 persen dari mereka memiliki perangkat dengan kapasitas RAM sebesar 1-3GB. Sementara dari segi memori internal, sebanyak 30 persen responden memiliki smartphone dengan memori 16GB dan 26 persen berkapasitas 32GB.

Tercatat hanya tiga persen saja pengguna smartphone dengan kapasitas memori 128GB. Salah satu temuan paling menarik, ternyata 12 persen responden masih bisa bertahan dengan RAM berkapasitas di bawah 1GB.

Dalam riset ini, juga muncul pertanyaan tentang apa saja data yang pengguna simpan hingga kapasitas memori penuh.

Riset DEKA mengungkap bahwa data berupa konten foto masih mendominasi isi smartphone di Indonesia dari semua umur. Kemudian disusul konten video, musik, dan aplikasi yang dipasang di smartphone. Melihat bahwa kebanyakan smartphone di Indonesia mengusung slot hibrida yang menawarkan SIM dan memori eksternal, maka membeli memory card bukan jadi solusi utama.

Berkaca dari hasil riset dan kondisi ini, Western Digital memanfaatkan momen tersebut dengan menawarkan produk seperti USB OTG SanDisk untuk Android maupun iXpand Flash Drive. Produk ini merupakan USB flash drive yang bisa dipasang langsung ke port micro USB di smartphone untuk memindahkan data atau backup sehingga tidak memenuhi memori internal smartphone.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait