Pemerintah AS Pertimbangkan Larang Enkripsi

  • Whatsapp
Pemerintah AS Pertimbangkan Larang Enkripsi
Pemerintah As Pertimbangkan Larang Enkripsi

Jakarta: Banyak perusahaan yang menawarkan fitur enkripsi end-to-end, seperti WhatsApp dan Telegram. Namun, banyak pemerintah di dunia yang justru tidak suka dengan enkripsi. 

Enkripsi end-to-end memungkinkan Anda untuk mengirimkan pesan yang hanya bisa dibaca oleh penerima. Itu artinya, baik perusahaan pembuat aplikasi messaging, hacker, atau agen pemerintah tidak bisa membaca pesan tersebut.

Muat Lebih

Menurut laporan terbaru, pejabat senior AS membahas tentang kemungkinan untuk melarang penggunaan enkripsi, lapor Android Police.

Politico menyebutkan, pejabat senior di pemerintahan Trump belum lama ini berdiskusi tentang apakah pemerintah harus melarang enkripsi yang tidak bisa ditembus oleh polisi. Itu artinya, enkripsi end-to-end tidak lagi boleh digunakan.

Australia telah mengesahkan peraturan serupa tahun lalu. Memang, pemerintahan Australia tidak melarang penggunaan enkripsi end-to-end. Sebagai gantinya, mereka meminta perusahaan untuk memberikan data pengguna jika diperlukan dan jika hal itu bisa dilakukan tanpa memperlemah enkripsi.

Selama bertahun-tahun, pemerintah AS sering beradu dengan perusahaan teknologi terkait penggunaan enkripsi. Pemerintahan Trump telah beberapa kali menyatakan bahwa penegak hukum seharusnya diberikan akses atas data terenkripsi.

Salah satu contoh kasus pertarungan antara pemerintah dan perusahaan teknologi adalah ketika FBI meminta Apple untuk membuka enkripsi pada iPhone milik pelaku penembakan San Bernardino pada 2016. Apple menolak.

Pada akhirnya, FBI harus membayar pihak ketiga sebesar lebih dari USD1 miliar untuk bisa mengakses iPhone tersebut. Namun, celah keamanan yang digunakan untuk menembus celah iPhone itu telah ditambal Apple.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait