Misi Mars 2020 Semakin Dekat, NASA Gencar Bangun Teknologi

  • Whatsapp
Misi Mars 2020 Semakin Dekat, NASA Gencar Bangun Teknologi
Misi Mars 2020 Semakin Dekat, Nasa Gencar Bangun Teknologi

© Mantapps.com
Ilustrasi pesawat ruang angkasa NASA.

Muat Lebih

Mantapps.com – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA terus maju dengan rencananya untuk menempatkan manusia di Planet Mars. Namun, sebelum ke planet merah, mereka akan menggunakan Bulan sebagai batu loncatan dalam misi 2024.

Dilansir dari situs Digital Trends, Minggu, 16 Juni 2019, pada misi Mars 2020, NASA akan membuat teknologi yang dibutuhkan manusia. Tantangan pertama adalah pendaratan di permukaan. Pendaratan benda yang lebih berat diketahui akan lebih sulit dibanding rover yang kecil. Peneliti saat ini tengah menguji sensor Mars Entry, Descent and Landing Instrumentation 2 (MEDLI2).

Sensor ini dapat merasakan suhu di dalam pesawat ketika mendekati pendaratan, yang penting sebagai pelindung panas di masa depan. Mereka juga sedang menguji Terrain Relative Navigation yang memiliki kamera untuk menangkap gambar zona pendaratan dan untuk membandingkan dengan koordinat sebelumnya.

Tantangan berikutnya adalah pasokan oksigen dan air. Produksi oksigen sendiri pernah diuji coba melalui perangkat Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE), mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. Atmosfer Mars sebagian besar terdiri dari karbon dioksida, sehingga perangkat ini bisa menjadi solusi untuk memberi pernapasan ke manusia yang melakukan penjelajahan.

Kemudian untuk air, ilmuwan percaya jika manusia bisa menggunakan endapan es di bawah tanah. Alat yang digunakan ialah Radar Imager for Mars Subsurface Experiment (RIMFAX) yang digunakan untuk menemukan es yang dapat digunakan untuk kebutuhan minum.

Masalah berikutnya adalah tempat tinggal. Peneliti sedang melakukan penelitian dengan menguji lima sampel bahan. Pengujian dilakukan guna melihat ketahanan bahan terhadap radiasi ultraviolet di Mars. Misi Mars 2020 akan diluncurkan tahun depan, sehingga kita bisa tahu bagaimana manusia bisa bertahan di planet ini.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait