Kaum Bumi Datar Punya Teori Konspirasi Aneh soal Pohon

  • Whatsapp
Kaum Bumi Datar Punya Teori Konspirasi Aneh soal Pohon
Kaum Bumi Datar Punya Teori Konspirasi Aneh Soal Pohon

Kaum Bumi Datar tampaknya selalu punya teori-teori konspirasi yang cukup aneh. Mulai dari anggapan ihwal Bumi yang berbentuk cakram datar, hingga teori bahwa tidak ada pohon di Bumi pada saat ini.

Muat Lebih

Menurut teori yang terakhir disebutkan, semua pohon yang kita lihat sekarang di hutan, taman, dan kebun sebetulnya bukanlah “pohon”. Menurut teori tersebut, yang kita lihat sebagai “pohon” saat ini sebenarnya adalah semak-semak atau anakan pohon-pohon kuno. 

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network
Pohon baobab tumbuh di dataran Afrika. Foto: dok. Wikimedia Commons

Para penganut teori itu, yang sebagiannya diketahui merupakan para penganut teori Bumi datar, percaya bahwa pohon sebenarnya menjulang setinggi sekitar 64 kilometer dari tanah ke langit di Bumi pada masa lalu. Namun kini pohon yang asli seperti itu sudah tidak ada lagi.

Bagaimana Kaum Bumi Datar bisa percaya akan hal “fantastis” seperti itu? Semuanya bermula dari sebuah video di YouTube yang di-posting pada 2016. IFL Science memberitakan video itu diunggah oleh seorang pria dari wilayah Krimea yang saat ini akunnya telah dinonaktifkan. Walau video yang telah ditonton ratusan ribu kali di YouTube ini akhirnya dihapus, teorinya tetap bertahan.

Pohon langka Lian. Foto: Ahmad Subaidi/Antara© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network
Pohon langka Lian. Foto: Ahmad Subaidi/Antara

Dipaparkan dalam video tersebut, ribuan tahun lalu sebuah peristiwa dahsyat telah menghancurkan 99 persen biosfer di Bumi dan merusak area yang mereka sebut sebagai “hutan asli”.

Menurut video tersebut, eksistensi pohon-pohon raksasa kuno dianggap dapat dibuktikan melalui sejumlah fitur geologi, seperti Uluru di Australia, Giant’s Causeway di Irlandia Utara, dan Devil’s Tower di Wyoming, Amerika Serikat. Video tersebut mengklaim ketiga objek alam itu adalah contoh dari sisa-sisa pohon kuno.

Lebih dari itu, video tersebut juga mengklaim bahwa semua struktur batuan besar di Bumi sekarang sebetulnya bukanlah “batu”, melainkan sisa-sisa dari pohon-pohon purba yang telah hancur. Video tersebut menyebut gunung-gunung, bukit-bukit, dataran tinggi dan struktur-struktur geologi menjulang yang ada sekarang adalah sisa dari batang pohon kuno yang runtuh akibat bencana terdahulu.

Devil's Tower di Amerika Serikat. Foto: Colin.faulkingham/Wikimedia Commons© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network
Devil’s Tower di Amerika Serikat. Foto: Colin.faulkingham/Wikimedia Commons

Tentunya, teori yang berakar dari video misterius itu telah dibantah berkali-kali oleh banyak ahli geologi dan disiplin ilmu lainnya. Karena, kita semestinya tahu, ada perbedaan mendasar yang signifikan antara pohon dan batu. Pohon adalah benda organik hidup yang sebagian besar terbuat dari karbon, sedangkan batu merupakan benda non-hidup anorganik yang terbuat dari mineral.

Selain itu, teori tersebut sesungguhnya tidak sepantasnya dianut oleh mereka yang percaya bahwa Bumi ini datar. Sebab, ada konsekuensi yang tidak mungkin sanggup diatasi oleh Bumi berbentuk cakram datar apabila pohon-pohon setinggi 64 kilometer atau lebih tumbuh di atasnya.

Uluru di Australia. Foto: Flickr/Cesar8150© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network
Uluru di Australia. Foto: Flickr/Cesar8150

Misalnya, masalah keseimbangan. Apa yang akan terjadi pada Bumi berbentuk cakram datar jika angin kencang membuat pohon-pohon raksasa kuno bergoyang-goyang dihembus angin? Ingat, semakin tinggi sebuah pohon maka kian kencang angin yang akan menerpanya.

Jangan-jangan, pria pengunggah video yang menyamar berasal dari Krimea itu sebetulnya hanya mencoba untuk menggiring orang-orang yang mudah termakan teori konspirasi, seperti para penganut teori Bumi datar, kepada keyakinan yang paling sembrono. Kita tidak tahu, mungkin saja video soal teori konspirasi ini hanyalah konten sarkasme belaka.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait