Ini Aplikasi Layanan Digital Terbaik Indonesia Versi Milenial

  • Whatsapp
Ini Aplikasi Layanan Digital Terbaik Indonesia Versi Milenial
Ini Aplikasi Layanan Digital Terbaik Indonesia Versi Milenial
Generasi Millenial tengah menjadi perbincangan setiap saat di Indonesia. Generasi ini juga memiliki populasi yang besar dan dinilai mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan dan sasaran pelaku bisnis.Perusahaan riset di Indonesia yakni Alvara Research Center melakukan penelitian bersama dengan IDN Research Institute. Penelitian dilakukan terhadap 1.204 reponden di Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado melalui metode Cluster Random. Metode ini menggunakan tatap muka terkait preferensi layanan digital e-commerce generasi millenial.

Dalam peneleitian tersebut Alvara membagi dalam lima kategori e-commerce paling diminati milenial. Mulai dari kategori transprotasi, pesan antar makanan, belanja online, aplikasi pemesanan hotel dan tiket, dan terakhir aplikasi pembayaran digital.

Muat Lebih

Loading...

1. Aplikasi Trasportasi Online

Pada kategori layanan digital aplikasi trasportasi online, millenial lebih banyak menggunakan aplikasi besutan Gojek dengan responden 70,4 persen. Sedangkan Grab hanya 45,7 persen. Mayoritas responden memiliki alasan lebih menggunakan Gojek adalah mudah, cepat, dan berbiaya murah.

2. Aplikasi Pesan antar Makanan

Sedangkan dari layanan pesan antar makanan Go-Food juga masih mendominasi dengan 71,1 persen dibandingkan kompetitor GrabFood sebesar 39,9 persen. Mayoritas responden memiliki alasan lebih menggunakan Gojek adalah mudah, cepat, dan menu yang beragam. Responden juga merekomendasikan Gojek ketimbang kompetitor.

3. Aplikasi Pembayaran Digital

Selain mendominasi pasar transportasi online dan pesan antar makanan, Gojek juga unggul dalam hal layanan pembayaran digital yang dimilikinya yakni Go-Pay. Sebanyak 67,9 persen lebh memilih menggunakan Go-Pay karena terintegrasi dengan Go-jek, banyak promo, dan aman.

Sementara OVO (96,2 persen) yang berasosiasi dengan Grab berada diurutan kedua, diikuti Dana (50,3 persen), PayTren (47 persen) dan LinkAja (35 persen).

CEO Alvara Research Hasanuddin Ali mengatakan, keunggulan Go-jek pada tiga layanan tersebut karena ekosistem ekonomi digital Go-Jek yang terintegrasi dan memiliki layanan beragam.

“Kalau pesaingnya menggunakan provider lain. Gojek diuntungkan juga sebagai frist mover advantage. Setiap pionir pasti dapat manfaat dari sisi pengguna,” ujar Ali di Jakarta.

4. Aplikasi Belanja Online

Kemudian dari aplikasi belanja online, masih didominasi oleh platform asal luar negeri seperti Lazada (47,9 persen) dan Shopee (32,2 persen). Sementara aplikasi Indonesia seperti Tokopedia dan Bukalapak menjadi pilihan alternatif belanja masing-masing 15,4 persen dan 14,4 persen.

“Milenial mengasosiasikan Lazada dengan COD/bayar di tempat. Sedangkan Shopee memiliki Net Promoter tertinggi karena gratis ongkos kirim. Sementara Tokopedia dan Bukalapak diasosiasikan dengan aplikasi belanja terkenal,” tambah Ali.

5. Aplikasi Pesan Tiket dan Hotel

Kemudian dari pemesanan tiket dan hotel, startup asal Indonesia yakni Traveloka paling dikenal oleh responden. Sebanyak 79 persen responden menjawab Traveloka ketika ditanya aplikasi pemesanan tiket dan hotel dan diikuti Tiket.com dan Blibli.com.

Dikenalnya Traveloka karena menawarkan banyak promo, lebih murah, dan mudah digunakan. Ali menegaskan dengan hasil riset ini, momentum layanan digital besutan anak Indonesia harus dijaga dengan baik agar Indonesia menjadi Tuan Rumah di Negara sendiri.

“Momentum di mana milenial yang notabene Digital Natives yang lebih memilih aplikasi e-commerce buatan Indonesia harus dijaga supaya Indonesia bisa menjadi pemain utama di era ekonomi digital,” ujar Ali.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait