India Jadi tempat Penyimpanan Data Whatsapp, kenapa ya?

  • Whatsapp
WhatsApp Siapkan Penyimpanan Data Lokal di India, Ada Apa?
Whatsapp Siapkan Penyimpanan Data Lokal Di India, Ada Apa?

ETnews, Jakarta – Aplikasi pesan WhatsApp telah menyiapkan fasilitas penyimpanan data di India untuk bisnis pembayarannya. Menurut sumber orang dalam, hal itu membuka jalan bagi peluncuran komersial penuh layanan pembayaran digital oleh WhatsApp.

Pengembangan menandai tonggak utama bagi regulator perbankan negara itu, yang tegas meminta perusahaan pembayaran global menyimpan data transaksi yang berkaitan dengan pengguna di India, demikian dilaporkan laman economictimes, Kamis, 27 Juni 2019.

Muat Lebih

Loading...

Aplikasi milik Facebook itu diperkirakan akan ditayangkan dengan layanan berbasis Antarmuka Pembayaran Terpadu ICICI Bank, dan layanan melalui Axis Bank, HDFC Bank, serta SBI kemungkinan akan menyusul.

“WhatsApp telah menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan pada pelokalan data dan telah pindah ke proses audit. Setelah auditor menyerahkan laporan kepada regulator, perusahaan dapat menjalankan aplikasi pembayarannya,” ujar seorang sumber kepada ETNews.

Sementara Reserve Bank of India mewajibkan perusahaan pembayaran untuk membangun fasilitas penyimpanan data di India, kemudian menyerahkan laporan audit ke bank sentral. Audit harus dilakukan hanya oleh auditor yang ditugaskan bersama Tim Tanggap Darurat Komputer India, CERT-IN.

WhatsApp mengatakan mereka tidak memiliki sesuatu yang baru untuk mengomentari masalah ini. ICICI Bank juga tidak menjawab pertanyaan ETNews tentang masalah ini. Sedangkan Dewan Pembayaran Nasional India menolak berkomentar.

Layanan pembayaran WhatsApp, yang diluncurkan sebagai program percontohan lebih dari setahun yang lalu, telah terperosok dalam serangkaian masalah peraturan. Masalah tersebut mulai dari permintaan untuk menyimpan data secara lokal hingga tuduhan kesalahan informasi yang dibagikan pada platform pengiriman pesan serta privasi.

WhatsApp mencoba meluncurkan fitur pembayarannya dalam kemitraan dengan ICICI Bank pada Februari tahun lalu, tapi harus membatasinya hanya untuk layanan beta. “Sekarang salah satu perhatian utama seputar pelokalan data telah diatasi, penawaran pembayaran dapat ditayangkan,” kata salah satu orang yang memberi pengarahan singkat tentang pengembangan tersebut.

Dalam catatan yang dirilis pada 6 April 2018, RBI mengatakan bahwa semua penyedia sistem harus memastikan bahwa seluruh data yang berkaitan dengan sistem pembayaran disimpan dalam sistem di India. Lebih lanjut klarifikasi pada Rabu menetapkan bahwa semua data pembayaran domestik yang diproses di luar India juga perlu dibawa ke negara itu dalam waktu 24 jam dan disimpan secara lokal.

Awal tahun ini, ritel online utama Amazon mematuhi pedoman pelokalan data dan mulai beroperasi dengan layanan pembayaran berbasis UPI dalam kemitraan dengan Axis Bank. Menurut data terbaru yang dibagikan NPCI, ada 39 aplikasi pihak ketiga seperti Google Pay, Amazon, Uber dan Ola yang mengakses UPI sebagai platform pembayaran.

ECONOMICTIMEA | ETNEWS

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait