Huawei Didepak dari Asosiasi Wi-Fi dan Kartu SD

  • Whatsapp
Chip Ponsel dan 5G Huawei Terancam Pemutusan Lisensi ARM
Chip Ponsel Dan 5g Huawei Terancam Pemutusan Lisensi Arm

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Booth Huawei di MWC 2019. Mantapps.com/Gito Yudha Pratomo

Mantapps.com – Pekan lalu menjadi awal masa yang berat bagi Huawei. Setelah masuk ke dalam daftar hitam pemerintah AS (entity list) ihwal bisnis dan perdagangan, satu per satu perusahaan AS membatasi hubungan bisnisnya dengan vendor China itu.

Muat Lebih

Pemerintah AS memang menangguhkan pemblokiran Huawei selama 90 hari, tapi hal itu tidak menyurutkan perusahaan asal AS lain untuk ikut memutuskan kemitraannya dengan Huawei.

Selain perusahaan, sejumlah lembaga standarisasi teknologi juga mencoret nama Huawei dari daftar anggota.

SD Association, organisasi non-profit yang membuat standarisasi kartu memori dan melisensi logo SDA, menghapus Huawei dari keanggotaan. Keputusan itu dilakukan mengingat organisasi ini berbasis di California, AS, dan karena itu tunduk pada kebijakan entity list.

“SD Association mematuhi perintah Departemen Perdagangan AS,” jelas perwakilan SD Association.

Hal yang sama juga dilakukan organisasi standarisasi Wi-Fi, Wi-Fi Alliance. Organisasi yang berbasis di Austin, Texas ini membuat sertifikasi dan mengembangkan versi baru dari jaringan Wi-Fi yang diaplikasikan di seluruh dunia.

Selain kedua organisasi itu, badan standarisasi USB dan RAM, JEDEC yang berbasis di Virginia juga tidak lagi memasukan Huawei ke dalam daftar anggotaan mereka. Diwartakan Nikkei Asian Review, Huawei mundur secara sukarela dari organisasi ini.

“Pada tanggal 17 Mei 2019, Huawei Technologies memberitahukan telah memutuskan secara sukarela menangguhkan keanggotaan JEDEC hingga pembatasan yang diberlakukan pemerintah AS dicabut,” jelas perwakilan JEDEC.

Frank Yang, perwakilan sekaligus vice-chairman Huawei di JEDEC sempat terdaftar sebagai direktur JEDEC. Setelah pengunduran diri tersebut, namanya tidak lagi masuk dalam daftar direktur, sebagaimana dimuat dalam situs resmi JEDEC.

Kemungkinan, efek didepaknya Huawei dari tiga organisasi itu akan terasa pada smartphone Huawei mendatang. Ini akan menjadi PR baru bagi Huawei, sebab fitur-fitur yang digawangi ketiga organisasi di atas mungkin akan sulit hadir di smartphone Huawei mendatang.

Huawei masih punya peluang untuk memproduksi sendiri, tapi tentu suaranya akan sulit mempengaruhi standarisasi badan yang banyak diisi perusahaan-perusahaan barat.

“Huawei menghargai hubungan dengan semua mitra dan asoisasi di seluruh dunia dan mengerti sulitnya situasi mereka saat ini,” ungkap perwakilan Huawei, dilansir KompasTekno dari Nikkei Asian Review, Senin (27/5/2019).

“Kami berharap situasi ini akan segera terpecahkan dan kami sedang mencari solusi terbaiknya,” tambah sang perwakilan. 

Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Editor: Oik Yusuf

Sumber: Nikkei Asian Review

Copyright Kompas.com

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait