Gunakan GPS, Pemudik Terjebak di Jalan Lumpur

  • Whatsapp
Gunakan GPS, Pemudik Terjebak di Jalan Lumpur
Gunakan Gps, Pemudik Terjebak Di Jalan Lumpur

RMOLSumsel. Sejumlah pemudik yang ingin memotong jalur dari kota Prabumulih menuju kota Lubuk Linggau yang melintasi jalur alternatif diwilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), memggunakan peta digital baik menggunakan Global Positioning System (GPS) tracking atau Google maps, banyak terjebak oleh kondisi jalan yang belum rampung dikerjakan.

Muat Lebih

Loading...

Seperti yang terjadi pada sejumlah pemudik, yang salahsatunya berasal dari kota Bandung provinsi Jawa Barat yang baru pulang mengunjungi kampung halamana di provinsi Bengkulu. Dirinya yang menggunakan mobil pribadi jenis mini bus ini akan pulang ke kota Bandung menggunakan Jalaur Alternatif dengan mengandalkan peta digital pada Handphone.Namun, saat melintasi desa persiapan Simpang Solar Kecamatan Talang ubi Kabupaten PALI, kendaraan yang digunakannya harus terjebak pada kubangan lumpur lantaran pembangunan diwilayah tersebut belum rampung dibangun.

“Kita pakai GPS di HP, jadi sinyalnya sering hilang juga disepanjang jalan ini samapai ke kota Lubum Linggau. Dari peta kita ditunjukkan untuk melintasi jalan ini (jalan desa Simpang Solar, red), dapat memotong jalur juga, tapi tidak tahu kalau ada jalan yang belum dibangun atau penuh kubangan lumpur begini,” jelas Sardiman (52) pemudik asal Jawa Barat yang menggunakan mobil pribadi, diakhir pekan ini.

Lebih lanjut, pemudik yang mengajak keempat anaknya ini menjelaskan bahwa dirinya selain mengetahui jalur mudik alternatif ini melalui searching’an di google dan saran keluarga yang pernah melintasasi jalur alternatif yang menuju kota kabupaten PALI ini.

“Ada kakak sepupu yang pernah lewat sini juga, kalau kita baru pertama kali melintasi jalur ini. Jadi kita disarankan untuk melintasi jalan ini, yang memang lebih dekat menuju kota Prabumulih, dan menuju jalur ke Jawa, bisa samapai 4 atau 5 jam selisihnya. Memang kondisi sepanjang jalan dari kota Lubuk Linggau jalan batu karena masoh milik perusahaan,” imbuhnya

Ditempat yang sama, salahsatu warga menjelaskan bahwa pada hari ini saja suda ada sejumlah kendaraan yang terjebak untuk melintasi jalur didesa persiapan Simpang solar ini, dan harus memutar menggunakan jalan batu milik perusahaan yang ada diwilayah tersebut.

“Jalan yang rusak jaraknya hanya 500 meter, namun kerusakannya sangat parah, selain berlumpur dalam hingga setengah meter lebih, juga genangan air mengakibatkan kondisi jalan tanah ini semangkin licin, kendaraan roda dua saja yang melintas harus lewat pekarangan rumah warga. Jalan ini juga sudah cukup lama tidak dilakukan perbaikan oleh pemerintah baik itu penherasan atau akan dilaksanakan penyelesaian pengecoran,” ujar Selamat salahsatu warga yang ikut membantu pemudik yang terjebak saat mencoba jalan tersebut.

Dilanjutkan Selamat, bahwa kendaraan pemudik yang salah jalan tersebut sudah terjadi sejak awal arus mudik akhir puasa lalu. Dan kurangnya pemberitahuan atau rambu dipersimpangan jalan juga membuat pemudik nekat mencoba jalan desa tersebut.

“Kemarin memang ada tanda kalau jalan ini rusak, tapi susah lama, mungkin sudah rusak atau hilang. Dan saat melintasi jalan ini bnyak yang tidak menanyakan terlebidahulu, jalan ini dapat dilalui atau tidak. Kemarin juga ada konvoian kendaraan pemudik dari medan yang mau keJawa, dan mutar jalan perusahaan lagi melihat kondisi jalan lumpur ini,” ujarnya. [yip]



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait