Curi HP Tetangga, Pemuda Girimukti Dibui

  • Whatsapp
Curi HP Tetangga, Pemuda Girimukti Dibui
Curi Hp Tetangga, Pemuda Girimukti Dibui

PROKAL.CO, PENAJAM – Tegar Abdi Pratama (20) nekat mencuri dua unit handphone (Hp) milik tetangganya di RT 10, Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Selasa (11/6) malam.

Muat Lebih

Pada malam itu, korban bernama Desy Purwitasari (29) sedang mengecas telepon genggamnya dan kemudian tidur di kamar. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pelaku dan masuk ke rumah korban dan membawa kabur handphone merek Vivo V 11 dan Oppo F5.

Ketika bangun tidur, korban mencari handphone-nya yang dicas sudah tidak ada ditempatnya. Kemudian kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pada pihak berwajib.

“Setelah menerima laporan perkara curat (pencurian dengan pemberatan), anggota langsung turun ke TKP pencurian melakukan penyelidikan,” kata Kapolres PPU AKBP Sabil Umar pada media ini, kemarin (14/6).

Sehari kemudian, Rabu (12/6) malam, pelaku pencurian telepon genggam tersebut berhasil diungkap. Pelakunya tak lain tetangga korban sendiri. Tegar Abdi Pratama diringkus jajaran Satreskrim Polres PPU di kediamannya.

Polisi menemukan barang bukti hasil curian satu unit handphone Vivo V11 di tangan pelaku. Sabil Umar mengungkapkan, satu handphone merek Oppo F5 telah dijual kepada teman pelaku seharga Rp 900 ribu.

Teman pelaku berinisial Zu (17) bertindak sebagai penadah juga turut diamankan polisi. Gadis yang baru lulus SMP tersebut ditangkap di kediamannya di wilayah Kecamatan Babulu.

“Hasil pengembangan, dari dua handphone yang dicuri pelaku. Satu unit masih dipegang pelaku dan satu unit sudah berpindah tangan ke si penadah,” ungkapnya.

Tegar Abdi Pratama mengaku, baru kali pertama melakukan aksi pencurian. Hasil penjualan barang curian seharga Rp 900 ribu tersebut digunakan untuk membeli kelengkapan kuda lumping. “Uangnya buat beli kayu untuk kelengkapan kuda lumping,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, penadah yang masih tergolong anak di bawah umur tersebut tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun, tetap mendapatkan perlakukan khusus dalam penanganan perkaranya.

“Pelaku tindak pidana  masih di bawah umur. Namunt etap mendapatkan perlakuan khusus sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas dia. (kad/rus)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait