Arkeolog Temukan 2 Kapal Makam Viking di Swedia

  • Whatsapp
Arkeolog Temukan 2 Kapal Makam Viking di Swedia
Arkeolog Temukan 2 Kapal Makam Viking Di Swedia

Sekelompok arkeolog telah menemukan dua kapal makam milik bangsa Viking di Uppsala, Swedia. Yang menarik dari penemuan ini adalah salah satu kapal berisi seekor anjing, seorang manusia, dan satu ekor kuda.

Bangsa Viking punya budaya yang unik soal pemakaman. Jasad dari kalangan elit Viking yang sudah meninggal tidak dikubur di dalam tanah, melainkan ditempatkan di atas kapal.

Muat Lebih

Loading...

Perahu tersebut nantinya dilayarkan, lengkap dengan senjata, harta, serta hewan persembahan. Praktik ini digunakan bangsa Viking pada 800 hingga 1.050 Setelah Masehi (SM).

Johan Anund, selaku manajer regional organisasi The Archaologist yang bekerja sama dengan National Historical Museum di Swedia mengatakan kepada Live Science bahwa kapal makam yang baru ditemukan ini dibangun dengan semen yang disebut klinker dan memiliki ujung yang simetris. Selain itu, para arkeolog juga menemukan perahu dengan struktur yang lebih sederhana, macam sampan tapi berukuran lebar.

Kerangka sisa tubuh anjing dan kuda berada di haluan kapal. Sementara untuk jasad manusianya ditemukan di bagian buritan perahu.

Anund menambahkan, identitas jasad manusia berjenis kelamin pria ini belum diketahui. Tetapi, mereka akan melakukan analisis terhadap kerangkanya untuk mengungkap usia, tinggi badan, cedera atau penyakit yang diderita, dan data lainnya.

Sementara hewan yang dikurbankan bertujuan untuk membantu si manusia di alam baka. Menurut Anund, hal ini umum ditemukan di kapal makam bangsa Viking. Selain anjing dan kuda, tak jarang ditemukan juga burung-burung besar, seperti misalnya elang.

© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Selain itu, para arkeolog juga menemukan barang-barang lain di situs pemakaman tersebut seperti pedang, tombak, perisai, sisir, dan sisa kayu dan paku besi yang kemungkinan digunakan saat pembangunan kapal tersebut.

Kapal-kapal yang ditemukan para arkeolog ini nantinya akan dipajang di museum Gamla Uppsala dan National Historical Museum di Stockholm.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait