26 Juli, Huawei Pamer Mate 20 X 5G di Tiongkok

  • Whatsapp
26 Juli, Huawei Pamer Mate 20 X 5G di Tiongkok
26 Juli, Huawei Pamer Mate 20 X 5g Di Tiongkok

Jakarta: Huawei memperkenalkan versi 5G dari smartphone bodi besar Mate 20 X, pada bulan Mei lalu saat Inggris meluncurkan jaringan 5G. Dengan kapasitas baterai lebih kecil, perangkat ini kemudian diumumkan di pasar Eropa lainnya.

Kini, Huawei mulai mengirimkan undangan kepada perwakilan media di negara asalnya, Tiongkok, untuk menghadiri acara pengumuman Huawei Mate 20 X 5G pada tanggal 26 Juli mendatang, seperti yang dilaporkan oleh GSM Arena.

Muat Lebih

Sebagai ponsel 5G, kehadiran Huawei Mate 20 X 5G ini juga secara resmi akan menandai keberadaan jaringan 5G di Tiongkok. Jaringan generasi terbaru tersebut dilaporkan akan tersedia di kota besar Tiongkok, seperti Shanghai, Beijing, dan Shenzhen.

Sementara itu, ponsel ini telah terlebih dahulu diumumkan di Inggris dan dipasarkan seharga GBP999 (Rp17,4 juta). Namun untuk pasar Tiongkok dan pasar internasional lainnya, ponsel ini diperkirakan akan dipasarkan seharga CNY6.999 (Rp14,2 juta).

Huawei Mate 20 X 5G akan hadir dengan desain tidak jauh berbeda dari versi regulernya, namun karena modem Balong 5000 membutuhkan ruang sedikit lebih luas, maka perangkat ini hanya didukung baterai berkapasitas 4.200 mAh dan bukan 5.000 mAh.

Sebelumnya, muncul gambar bocoran dari Nova 5i Pro, menampilkan desain ponsel tersebut. Informasi yang beredar menyebut ponsel ini memiliki layar berlubang untuk kamera depan. Ponsel tersebut memiliki layar 6,26 inci dengan resolusi 2340 x 1080 piksel.

Sedangkan pada bagian belakang, Anda akan menemukan sensor sidik jari. Di atas sensor, terdapat empa kamera belakang. Kali ini, Huawei akan menggabungkan kamera dengan lensa beresolusi 48MP, 8MP, dan dua lensa 2MP. Untuk foto selfie dan video call, nova 5i Pro menggunakan lensa beresolusi 32MP.

Sementara itu, Anggota dewan direksi dan Vice President Huawei Catherine Chen menyebut bahwa sistem operasi Hongmeng OS tidak pernah ditujukan untuk menggantikan Android. Huawei mengembangkan sistem operasi tersebut untuk penggunaan di segmen bisnis dan IoT.

Sistem operasi ini disebut Chen lebih ditujukan untuk penggunaan industri dan telah dikembangkan dalam jangka waktu lama, sebelum pembahasan menyoal pengganti Android ramai dibicarakan akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait