200 Peserta Berlaga di Kompetisi Microsoft dan Adobe Nasional

  • Whatsapp
200 Peserta Berlaga di Kompetisi Microsoft dan Adobe Nasional
200 Peserta Berlaga Di Kompetisi Microsoft Dan Adobe Nasional

Mantapps.com, Boyolali – Sejumlah 200 peserta beradu kemampuan dalam kompetisi kemahiran menggunakan Microsoft dan Adobe di Sekolah Menengah Atas Pradita Dirgantara Boyolali, Rabu 3 Juli 2019.

Pemenang dalam kompetisi itu berhak mewakili Indonesia dalam kompetisi global Microsoft dan Adobe yang akan diadakan di New York, 28-31 Juli 2019.

Muat Lebih

Tuan rumah kompetisi dari Yayasan Ardhya Garini, Nanik Istumawati, mengatakan kompetisi tersebut digelar sebagai seleksi tingkat nasional dalam kompetisi global Microsoft dan Adobe. “Ada sembilan orang yang akan dipilih untuk berangkat ke New York,” katanya saat membuka acara tersebut.

Menurutnya, kompetisi itu juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di era komputer. “Saat ini sistem komputer sudah digunakan di berbagai bidang,” katanya. Masyarakat yang memiliki kemampuan komputer memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja.

Kompetisi bertajuk Microsoft Office Specialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) Championship itu diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dengan usia 13-22 tahun. Sembilan pemenang akan terbang ke New York lengkap dengan tiket, akomodasi dan uang saku serta hadiah total Rp 135 juta.

Selain itu, terbuka panel diskusi untuk umum yang akan dihadiri oleh pakar-pakar dari berbagai latar belakang untuk membahas tema seputar industri 4.0 di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma (pebulutangkis) serta Vincent Raditya, seorang pilot sekaligus Youtuber.

Salah satu peserta, Megi Yahya, mengaku cukup beruntung bisa mengikuti proses seleksi tersebut. “Baru sekali ini bisa ikut masuk ke seleksi tingkat nasional,” kata siswa Sekolah Menengah Kejuruan 5 Surakarta itu.

Dia mengaku cukup menguasai Adobe Photoshop, terutama untuk bidang manipulasi gambar serta desain. Dia mampu menguasainya tanpa pernah mengikuti pendidikan maupun kursus. “Hanya belajar dari buku dan Youtube,” katanya.

AHMAD RAFIQ

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait