Presiden Prancis dan PM Jepang Turun Tangan Damaikan Nissan – Renault – Berita Otomotif

  • Whatsapp
Presiden Prancis dan PM Jepang Turun Tangan Damaikan Nissan - Renault
Presiden Prancis Dan Pm Jepang Turun Tangan Damaikan Nissan Renault Berita Otomotif

PARIS – Orang nomor satu di Prancis dan Jepang sampai turun tangan demi membuat kondisi aliansi, khususnya antara Nissan – Renault yang sedang ‘panas’ jadi membaik.

Muat Lebih

Loading...

Presiden Prancis Emmanuel Macron, menurut seorang pejabat negara tersebut seperti dikutip dari Automotive News, akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk membahas mengenai relasi Nissan – Renault. Pertemuan Macron – Abe rencananya terjadi pada pekan depan, sebelum pertemuan para pemimpin G-20.

Prancis sedang berusaha mendorong hubungan industrial lebih erat antara Renault, pabrikan otomotif terbesar mereka, dengan Nissan. Soalnya, aliansi berusia dua dekade antara keduanya sedang terganggu oleh penahanan Carlos Ghosn akhir tahun lalu, mantan bos besar aliansi yang disertai isu ketidaksukaan plus indikasi keterlibatan para eksekutif Nissan dalam proses penangkapannya.

Tensi semakin tinggi setelah Chairman Renault yang sekarang yaitu Jean-Dominique Senard menjajaki merger dengan Fiat Chrysler Automobiles tanpa memberitahukan rekan mereka dari Jepang terlebih dahulu. Pembicaraan merger berakhir karena Nissan secara terang-terangan menentangnya.

Setelahnya, Senard menuntut agar Renault diberikan kursi lebih banyak dalam board commitee Nissan. Ia juga ancaman Renault, pemilik 43 persen saham Nissan dan mempunyai hak voting, bakal menarik dukungan dari rencana corporate governance produsen otomotif yang berpusat di Yokohaman ini dalam rapat tahunan umum pada 25 juni.

Hiroto Saikawa, Chief Executive Officer (CEO) Nissan, yang tak suka banyak berkomentar di depan media massa lalu menyatakan bahwa ancaman itu ‘sangat mereka sesalkan’. Ia mengatakan pula bahwa pihaknya berusaha keras membuat kemajuan dalam mencapai kesepahaman dengan Renault dalam pascareformasi pascapenangkapan Ghosn.

Aliansi Renault-Nissan terbentuk pada 1999. Renault membeli saham Nissan dan menyelamatkan mereka dari kebangkrutan, dengan Ghosn sebagai aktor utamanya.

Ghosn lalu menjadi pemimpin aliansi yang bertambah lagi satu anggotanya yakni Mitsubishi sejak akhir 2016. Lagi-lagi, Ghosn yang menginisiasi pembelian 34 persen saham Mitsubishi oleh Nissan dan menyelamatkan merek berlogo tiga berlian itu dari kesulitan keuangan.

Para petinggi Nissan dikabarkan tidak senang dengan posisi mereka dari awal di aliansi. Mereka menganggap lebih berperan membesarkan aliansi, tapi hanya mempunyai 15 persen saham Renault tanpa hak voting.

Mereka makin berang usai Ghosn melempar wacana penyatuan penuh Renault – Nissan menjadi satu perusahaan pada 2018. [Xan/Ari]

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait