Tingkatkan Daya Saing, Kemenhub Siapkan Regulasi Kendaraan Bermotor Berstandar Global

  • Whatsapp
Tingkatkan Daya Saing, Kemenhub Siapkan Regulasi Kendaraan Bermotor Berstandar Global


SEMARANG – Industri kendaraan bermotor diharapkan dapat tumbuh, cerdas memanfaatkan peluang, dan mampu meningkatkan daya saing untuk masuk ke pasar global. Pemerintah mengupayakan penyiapan regulasi yang mengacu kepada standar global secara intensif. Demikian dikatakan Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Sigit Irfansyah dalam paparannya ketika mengisi kegiatan Bimbingan Teknis Perusahaan Agen Pemegang Merk dan Importir Umum di Semarang (3/5/2015).

“Tentunya penyusunan regulasi tersebut perlu mendapat dukungan dan kerjasama dari instansi terkait dan pelaku usaha,” ujar Sigit.

Menurutnya, untuk menjamin bahwa setiap kendaraan yang diproduksi dan nantinya akan dioperasikan di jalan umum telah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan maka merupakan kewajiban setiap agen pemegang merek dan importir umum kendaraan bermotor untuk meregistrasikan setiap unit kendaraan yang diproduksi dengan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Saat ini industri otomotif nasional tengah menghadapi tantangan besar dalam menghadapi persaingan global, baik itu pasar domestik maupun ekspor. Globalisasi telah menciptakan persaingan dunia usaha yang sangat ketat. “Daya saing merupakan sebuah kata kunci penentu dalam menghadapi tantangan sekaligus untuk memenangkan persaingan,” kata Sigit.

Pembangunan industri otomotif ke depan harus diarahkan pada peningkatan daya saing secara fundamental dan berkelanjutan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara sinergis dan optimal. Pembangunan industri otomotif yang berdaya saing dan berkelanjutan tersebut terletak pada upaya menggerakkan dan mengorganisasikan seluruh potensi sumber daya produktif dalam rangka menghasilkan produk kendaraan bermotor yang inovatif dan kompetitif sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

Sigit mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah berkaitan dengan isu energi dan lingkungan. Apalagi semakin banyak negara di dunia yang concern terhadap isu ini, sehingga membutuhkan transformasi teknologi kendaraan untuk menyesuaikan perubahan tersebut.

“Indonesia telah memulai penerapan standar emisi euro 4 untuk mobil penumpang berbahan bakar bensin per 7 oktober 2018 dan akan menerapkannya pada tahun 2021 untuk mesin berbahan bakar solar,” jelas Sigit.

Tantangan lain berkaitan dengan isu teknologi dan keamanan kendaraan yang semakin ketat, industri otomotif indonesia perlu meningkatkan level keamanan kendaraan untuk dapat berkompetisi dengan kendaraan global, terutama untuk pasar ekspor.

 

ASEAN MRA (Mutual Recognition Agreement)

Sigit menjelaskan, sebagai standar sertifikasi kendaraan di kawasan ASEAN, MRA menjadi salah satu isu penting dalam industri otomotif, terutama untuk mendorong otomotif sebagai salah satu sektor unggulan ekspor.

ASEAN MRA bertujuan untuk melakukan harmonisasi standar produk otomotif untuk memastikan keamanan, kualitas, dan perlingungan terhdarap produk kendaraan yang diproduksi dan beredar di wilayah regional.

ASEAN MRA diharapkan juga meningkatkan daya saing industri komponen otomotif di asia tenggara, khususnya indonesia, dan dapat memperluas pasar tidak hanya di kawasan tapi juga menjadikan basis ekspor komponen global. “Proses standarisasi industri komponen otomotif saat ini juga masih disusun oleh kementerian perindustrian dan badan standarisasi nasional,” terangnya.

Selain itu juga dalam menghadapi defisit perdagangan terkait dengan ekspor impor, indonesia harus bersaing dengan negara lain dalam membuka pasar ekspor. Indonesia yang selalu mengimpor sapi dari australia, namun tidak dapat mengekspor kendaraan bermotor ke australia. “Indonesia harus mampu membuka pasar-pasar ekspor baru dengan meningkatkan pengujian tipe yang mengacu standar global,” pungkas Sigit.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan sosialisasi terkait kebijakan dan regulasi pada bidang kendaraan bermotor serta isu penting industri otomotif nasional menuju pasar global. Sebagai narasumber hadir pembicara dari Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika – Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, dan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).

(ris)


GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI



Source link

Loading...

Pos terkait