Nantikan Tarif Impor Sektor Otomotif, Euro Berbalik Melemah

  • Whatsapp
Nantikan Tarif Impor Sektor Otomotif, Euro Berbalik Melemah

Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang euro berbalik melemah jelang dibukanya perdagangan sesi Amerika Serikat (AS) Kamis (16/5/19). Padahal sebelumnya mata uang 19 negara ini terus bertahan di zona hijau.

Muat Lebih

Loading...

Presiden AS Donald Trump yang akan menunda kenaikan tarif impor sektor otomotif selama enam bulan ke depan memberikan sentimen positif bagi euro, hingga berhasil rebound sejak perdagangan Rabu (16/5/19). Namun panasnya tensi perang dagang saat ini membuat rencana tersebut bisa saja batal, yang membuat euro berbalik melemah.

Pada pukul 19:47 WIB euro diperdagangkan di kisaran US$ 1,1191, melemah dibandingkan penutupan Rabu US$ 1,2000, mengutip kuotasi MetaTrader 5. Sebelumnya euro sempat naik ke level US$ 1,1223.

Gedung Putih memiliki tenggat waktu hingga Sabtu (18/5/2019) mendatang untuk memutuskan apakah akan mengenakan bea masuk terhadap impor mobil dan suku cadangnya dengan alasan keamanan nasional.

Setelah Sabtu, pemerintah AS memiliki waktu hingga enam bulan ke depan untuk memutuskan sikapnya setelah bernegosiasi dengan negara-negara rekan dagangnya, dilansir dari CNBC International.

Trump memandang bea impor itu sebagai salah satu cara untuk memperkuat posisinya di hadapan beberapa rekan dagang seperti Uni Eropa (UE) dan Jepang dalam perundingan dagang yang tengah berlangsung. Namun, ia juga berisiko mengobarkan perang dagang global yang baru bila ia ngotot menjatuhkan bea masuk otomotif itu.


Grafik: Eksportir Mobil ke AS                                                                Sumber: Bloomberg

Jerman merupakan negara terbesar ke-empat yang mengekspor mobil ke AS, setelah Meksiko, Kanada, dan Jepang. Jika AS menerapkan tarif impor mobil sebesar 25%, maka ekspor Jerman diperkirakan akan anjlok 50% dari total US$ 19 miliar, berdasarkan estimasi dari IFO Institute’s Center for International Economics. Sementara total ekspor mobil dan spare part UE secara keseluruhan ke AS sebesar US$ 62,5 miliar, menurut Commerzbank.

Dengan nilai sebesar itu, tidak heran para investor harap-harap cemas menanti keputusan apakah pada akhirnya Trump akan menaikkan tarif atau tidak.
UE menyiapkan daftar panjang tarif impor balasan yang akan dijatuhkan kepada produk-produk AS bila Trump benar-benar menjadikan otomotif sebagai sasaran perang dagang terbarunya, dan perang dagang akan semakin meluas.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap)


Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait