Minimnya usaha bengkel otomotif permanen milik OAP

  • Whatsapp
Minimnya usaha bengkel otomotif permanen milik OAP
Minimnya Usaha Bengkel Otomotif Permanen Milik Oap

Jayapura, Jubi – Minimnya usaha bengkel otomotif yang dikelola orang asli Papua menginspirasi Max Kabes menjalankan usaha di bidang perbengkelan.

Berbekal ilmu dan pengalaman yang ia peroleh selama bersekolah di Sekolah Teknik Mesin (STM) Negeri Kotaraja Luar, sejak tahun 2008 Max Kebes membuka bengkel mobil Rehobot.

Muat Lebih

Loading...

“Karyawan sendiri lebih banyak saya ambil anak-anak asli Papua karena saya lebih condong untuk kita mentransfer ilmu ke mereka agar kita juga memberdayakan orang Papua supaya terus ada kelanjutan dalam bidang otomotif,” kata Max, Kamis (8/8/2019).

Di bengkel otomotif miliknya, Max mempekerjakan semua karyawannya anak-anak asli Papua. Menurutnya, anak Papua juga memiliki kemampuan untuk bekerja di dunia otomotif.

“Kita perlu orang yang profesional karena itu yang kami jual. Bengkel mobil Rehobot melayani perbaikan mesin dari dua tipe mesin yaitu mobil bensin dan diesel, untuk semua jenis mobil ditambah pengecatan (cat duko),” katanya.

Menurut Max, meski sudah berjalan sembilan tahun, namun diperlukan peralatan yang memadai untuk menjalankan usaha ini. Menurutnya jika tak diimbangi peralatan yang memadahi maka bengkel OAP tak bisa bersaing. Selain itu, bengkel yang dikelola OAP juga membutuhkan bantuan permodalan.

“Mobil sekarang sistemnya sudah Electronic Control Unit (ECU) pakai komputer berbeda dengan mesin-mesin dulu karena manual saja jadi kerja tutup mata saja barang jadi tapi sekarang tanpa barang itu (diaknosis) sudah untuk mendeteksi kerusakan pada mobil, raba-raba bikin kepala sakit,” kata Max.

Max menjelaskan di bidang otomotif orang Papua yang bergelut di bidang ini sangat minim, meski ada banyak anak-anak Papua yang menekuni bidang otomotif namun tak jarang usaha gulung tikar karena tak digeluti dengan serius.

“Nyali untuk buka bengkel itu yang kurang untuk anak-anak Papua, meski skil dan kemampuan mereka (anak-anak Papua) punya dengan demikian kita bisa bersaing dengan non Papua yang punya perbengkelan, kita tunjukan bahwa kita juga bisa,” katanya.

Sementara itu, satu diantara masyarakat di Jayapura, Ogia Uaga berharap pemerintah mendorong usaha perekonomian milik orang asli Papua baik di bidang jasa dan kontruksi dan ekonomi mikro serta koperasi agar mereka juga dapat bersaing dengan warga non Papua.

“Di sini dibutuhkan dukungan dari pemerintah dan KAP Papua baik yang ada di provinsi Papua maupun daerah dengan memberikan bantuan modal terutama usaha-usaha yang dijalankan serius betahun-tahun bukan asal memberikan, tapi usahanya tidak berjalan maksimal,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait