Meskipun Pulih, Ekspor Otomotif ke Vietnam Perlu Diwaspadai

  • Whatsapp
Meskipun Pulih, Ekspor Otomotif ke Vietnam Perlu Diwaspadai
Meskipun Pulih, Ekspor Otomotif Ke Vietnam Perlu Diwaspadai

Jakarta, Gatra.com – Dekrit 116 Vietnam yang merupakan kebijakan negara tersebut untuk memperketat regulasi impor otomotif yang diterapkan sejak akhir tahun 2017 sempat membuat para produsen eksportir otomotif ke Vietnam resah. Ekspor otomotif Indonesia ke Vietnam pun saat itu sempat terganggu, tetapi saat ini sudah kembali sehat.

Hal itu diucapkan oleh Duta Besar RI untuk Hanoi, Vietnam, Ibnu Hadi dalam konferensi video di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (1/7). Ia mengatakan bahwa eksportir-eksportir otomotif dari semua negara, khususnya mobil CBU (Completely Build Up) sempat terhenti ekspornya dari Januari 2018 sampai Juli 2018. Namun mulai Agustus 2018 ekspor mobil dari Indonesia ke Vietnam mulai pulih.

Muat Lebih

Loading...

“Kita sudah melakukan lobi, hingga pada akhirnya kita bisa mengikuti kemauan mereka, tapi mereka pun memastikan mobil-mobil yang sudah lolos sertifikasi bisa masuk. Alhamdulillah mobil sudah masuk lagi, untuk Indonesia mulai Agustus 2018,” katanya.

Tetapi Ibnu juga menghimbau bahwa hambatan perdagangan Indonesia dan Vietnam kemungkinan besar masih akan terjadi. Kata Ibnu, 1 Oktober 2019 Vietnam kemungkinan akan mengeluarkan yang namanya penurunan consumer special tax. Jadi ini adalah pajak yang dikenakan kepada mobil khususnya mobil produksi dalam negeri Vietnam.

“Ini menarik, karena selama 6 bulan terakhir, mobil impor yang basically CBU itu melonjak pesat sementara mobil-mobil buatan dalam Vietnam mengalami penurunan. Sehingga Pemerintah nampaknya mencari cara, karena ini tidak efisien,” kata Ibnu.

Ibnu mengatakan jika Vietnam mau melakukan itu sah-sah saja. Yang perlu dilakukan oleh pihak luar adalah mensiasati saja, memahami bagaimana kebijakan itu sendiri dilakukan.

Selain ada kemungkinan hambatan ini, Vietnam juga sedang memproduksi mobil nasionalnya. Kata Ibnu, kalau dalam 6 bulan atau 1 tahun ke depan mobil ini tidak laku atau kurang populer, kemungkinan akan ada kebijakan tertentu yang akan memproteksi produk nasionalnya itu.

“Kesimpulannya bagi saya untuk para pengusaha adalah tahun ini pasar otomotif Vietnam bisa dianggap aman, namun tahun depan juga harus bersiap-siap dan mensiasati apa yang akan terjadi dalam kebijakan di Vietnam. Salah satu caranya mungkin adalah dengan ekspansi ke Vietnam,” ucap Ibnu.


Reporter: Dean Syahreza

Editor: Bernadetta Febriana


Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait