Material Center untuk Tingkatkan Ekspor Otomotif 

  • Whatsapp
Material Center untuk Tingkatkan Ekspor Otomotif 
Material Center Untuk Tingkatkan Ekspor Otomotif 

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal menginisiasi pembentukan Material Center untuk industri kecil dan menengah (IKM) sektor logam dan komponen alat angkut di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Pembangunan material center yang diinisiasi Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin ini salah satunya bertujuan memperbaiki rantai pasok industri otomotif nasional yang ditargetkan mengekspor 1 juta mobil pada 2025.

Muat Lebih

Loading...

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, inisiatif kerja sama ini merupakan upaya memenuhi kebutuhan bahan baku yang berkelanjutan dan berkualitas untuk sektor IKM tersebut. Di samping sudah ada upaya lain yang dilakukan, seperti memperbaiki kompetensi SDM, penyediaan teknologi mesin dan peralatan, serta bantuan promosi dan kemitraan.

“Sentra IKM logam sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional perlu diperkuat. Salah satunya dari sisi kemudahan untuk mengakses bahan baku sehingga produktivitas dan daya saing IKM kita terus meningkat,” kata Gati di Jakarta, Kamis (15/8), dalam keterangan resminya.

Gati menjelaskan, Material Center di Tegal berperan dalam penyediaan bahan baku berbasis logam bagi IKM di sentra Tegal. Material Center juga akan menyediakan jasa logistik untuk penjemputan bahan baku maupun pengantaran pesanan barang jadi dari IKM kepada mitranya.

“Untuk mendukung secara penuh kegiatan produksi bagi IKM sekitar, material center juga akan mendukung melalui jasa permesinan yang dapat dimanfaatkan oleh IKM,” sambung Gati.

Lebih lanjut Gati menjelaskan, Material Center bakal didukung sistem informasi manajemen Enterprise Resource Planning (ERP) berbasiscloud. Ini diharap dapat memudahkan pencatatan operasional pusat bahan baku tersebut. Sistem informasi berbasis cloud itu merupakan salah satu bagian dari penerapan industri 4.0 dalam rantai pasok IKM.

“Jadi, ada sistem yang menghubungkan IKM, material center, dan vendor atau supplier yang akan mengoptimalkan koordinasi antar stakeholders,” imbuhnya.

Menurut Gati, partisipasi pelaku IKM dalam rantai pasok industri otomotif nasional menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Ia menilai IKM logam telah mampu berinovasi dan melakukan berbagai pengembangan produk komponen sesuai selera pasar. Di samping juga telah mampu memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh Agen Pemegang Merek (APM).

“Industri otomotif terus didorong agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada perekonomian nasional, terutama dari sisi ekspor. Pada tahun 2025, industri otomotif nasional ditargetkan dapat mengekspor satu juta unit mobil dengan porsi 20% di antaranya adalah mobil listrik,” jelas Gati.

Oleh karena itu, Gati menegaskan, dalam kurun waktu enam tahun ke depan, ekosistem rantai pasok industri otomotif nasional harus berjalan dengan baik. Hal ini membutuhkan kolaborasi, kerja sama dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan.

Merujuk data Kemenperin, sentra produksi IKM logam khusus komponen otomotif di Indonesia saat ini berjumlah 450 unit usaha. Mayoritas berlokasi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Kami ingin pembentukan Material Center ini menjadi penanda semangat untuk terus mendukung sektor IKM agar mampu memegang peranan penting dalam pengembangan daya saing industri nasional sehingga mampu kompetitif sampai kancah global,” tegas Gati.

Ia berharap, nantinya layanan material center akan semakin banyak dimanfaatkan para pelaku IKM. Sebagai lokasi usaha penyedia bahan baku, material center diharapkan dapat menjadi entitas bisnis yang mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat IKM logam di Tegal.

Gati menambahkan, pihaknya juga telah meresmikan tahap awal pembangunan workshop sebagai bagian dari Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru Tegal, yang akan dilengkapi dengan delapan bangunan workshop untuk IKM logam.

“Dengan bangunan baru ini, harapannya IKM di Tegal dapat terintegrasi dan semakin mudah berkolaborasi untuk semakin maju bersama-sama,” tandasnya.

Bupati Tegal Umi Azizah pun menyambut baik adanya program pembangunan pusat bahan baku tersebut. Ia juga berharap nantinya Material Center bisa mengurangi angka pengangguran yang kini menjadi salah satu problem genting di Kabupaten Tegal. Menurutnya, kehadiran Material Center juga bisa memberikan kesempatan kepada pelaku IKM lain untuk berkembang lebih besar lagi.

“Kita targetkan tahun ini harus selesai pembangunannya. Jadi, nanti bisa mengurangi angka pengangguran di sini,” ujar Umi. (Zsazya Senorita)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait