Tips Punya Anak Kembar dan Cara Merawatnya

  • Whatsapp
https://www.tagar.id/Asset/uploads/761372-anak-kembar.jpeg
Tips Punya Anak Kembar Dan Cara Merawatnya

Jakarta – Kehadiran buah hati sangat didambakan bagi setiap pasangan yang baru saja menikah. Apalagi memperoleh anak kembar pasti membawa kebahagian tersendiri bagi pasangan tersebut.

Kehamilan anak kembar memiliki persentase lebih kecil dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Namun bagaimana caranya jika pasangan suami-istri ingin memiliki anak kembar?

Muat Lebih

Berikut Tagar memberikan informasi tentang cara mempunyai anak kembar.

1. Menggunakan cara fertilisasi in vitro (bayi tabung) atau minum obat kesuburan. Minum obat kesuburan dapat merangsang ovarium untuk mendukung lebih dari satu folikel ovarium setiap bulannya menuju kedewasaan. Itu karena hasilnya lebih dari satu telur akan dilepaskan.

2. Pria bisa meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan bayi kembar dengan makan tiram. Tiram bisa meningkatkan gairah seksual karena sejenis kerang-kerangan ini kaya akan seng yang membantu produksi sperma. Semakin sehat dan gesit sperma, semakin besar juga kemungkinan untuk membuahi satu atau dua telur.

3. Perempuan yang punya saudara kembar (keturunan kembar) punya peluang besar untuk memiliki bayi kembar. Konteks ini hanya berlaku pada sisi perempuan. Pria yang memiliki saudara kembar tentu saja tidak memiliki pengaruh yang besar.

4. Perempuan yang telah berusia lebih dari 35 tahun ke atas cenderung dapat dapat memiliki anak kembar. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang berusia tua memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hamil anak kembar dibandingkan perempuan yang lebih muda.

Itu sebabnya kehamilan kembar jauh lebih sering terjadi pada wanita yang telah berusia 35 tahun ke atas. Tetapi, kehamilan itu hanya berlaku untuk kembar tidak identik atau dua sperma membuahi dua sel telur.Saat wanita memasuki masa peri-menopause, indung telurnya akan mulai melepaskan lebih dari satu sel telur setiap bulannya. Lonjakan fertilitas ini dipengaruhi juga oleh lonjakan estrogen.

Itu sebabnya kehamilan kembar jauh lebih sering terjadi pada wanita yang telah berusia 35 tahun ke atas. Tetapi, kehamilan itu hanya berlaku untuk kembar tidak identik atau dua sperma membuahi dua sel telur.

5. Perempuan yang memiliki bobot badan ideal atau agak besar (tidak terlalu gemuk) mempunyai peluang lebih besar memiliki anak kembar dibandingkan dengan perempuan yang kurus.

Jadi jika menginginkan bayi kembar mulailah dari sekarang menjaga dan membentuk berat badan agar ideal. Namun harus didukung dengan pola hidup yang sehat dan rutin berolahraga. Hal itu karena akan mempengaruhi peningkatan hormon dalam tubuh. Sehingga bisa mempercepat proses ovulasi.

6. Banyak mengkonsumsi ubi akan meningkatkan ovulasi lebih besar. Jika ingin memiliki anak kembar perbanyak mengkonsumsi ubi. Itu karena ubi dapat merangsang sel telur untuk berbuah lebih cepat dan lebih dari satu telur. Sehingga kemungkinan besar mendapatkan anak kembar lebih besar dibandingkan seseorang yang jarang mengkonsumsi ubi dan kentang.

7. Posisi hubungan intim dapat menentukan bayi kembar. Ada beberapa posisi hubungan yang akan membantu memperoleh bayi kembar, antara lain:

Side By Side. Posisi berdampingan, suami berada di belakang istri
Stand (berdiri). Berhubungan dengan cara berdiri, suami berada di belakang. Namun
yang paling utama dari posisi penetrasi adalah bagaimana sperma mampu menembuh jauh dan menemukan sel telur dengan cepat.

8. Menghentikan penggunaan alat kontrasepsi juga dapat memberi peluang untuk memperoleh bayi kembar. Berhentilah menggunakan alat kontrasepsi jika ingin mempunyai anak kembar. Saat periode perempuan berhenti menggunakan alat kontrasepsi, saat itulah biasanya produksi sel telur akan berlebih. Pada masa itulah Anda bisa berhubungan intim karena peluang munculnya dua sel telur ada pada periode tersebut.

Cara Merawat Bayi Kembar

Jika ingin memiliki anak kembar, tentu saja harus dipersiapkan mental yang kuat. Itu karena sang ibu harus siap merawat bayi kembar yang tentu saja tidak sebanding dengan perawatan anak tunggal. Berikut sejumlah tips jitu merawat bayi kembar.

– Buat jadwal secara teratur

Jangan pikir merawat bayi kembar akan semudah seperti bayi tunggal. Ada baiknya sang bunda membuat jadwal khusus bagi si kembar, seperti jadwal tidur, jadwal menyusui, jadwal mengganti popok bahkan jadwal makan jika dia sudah mulai untuk MPASI.

Jika merasa kesulitan untuk mengaturnya, sang ibu dapat meminta bantuan kepada dokter spesialis anak untuk membuatkan jadwal yang baik bagi bayi kembar Anda.

– Menyusui bayi kembar saat bersamaan bukanlah masalah 

Memang terdengar sangat sulit dengan cara ini. Tetapi tidak ada salahnya jika hal demikian dilakukan secara bersamaan. Tidak mudah memang untuk menyusui dua bayi sekaligus dalam waktu yang sama. Namun pastikan posisi ibu dan bayi nyaman agar waktu pemberian ASI pun berkualitas.

– Jaga kesehatan keduanya agar tidak saling menular

Menangani bayi kembar saat sakit tentu lebih sulit dibandingkan dengan bayi tunggal. Itu karena jika salah satu bayi kembar tersebut sakit, tak menutup kemungkinan bayi kembar lainnya juga akan tertular dengan sangat mudah. Di sini peran ibu dibutuhkan untuk sigap menjaga kesehatan si kembar sebaik mungkin. Kalau pun si kembar sakit, usahakan agar tidak menularkan penyakitnya dengan saudara kembar yang lain.

– Sang ibu harus memahami karakter si kembar

Meskipun kembar, belum tentu memiliki karakter yang sama. Jadi sang bunda jangan pernah samakan mereka saat menghadapi sikapnya itu. Ada yang harus diperlakukan dengan lembut, ada pula yang harus diperlakukan dengan tegas.

Namun dengan adanya perbedaan karakter, bakat atau minat si kembar, bukan berarti dapat membanding-bandingkan mereka masing-masing. Si kembar itu pastinya memiliki perbedaan karakter dan bakat. Jadi disinilah sang ibu harus mampu menghargai keduanya.

Tingkatkan kewaspadaan saat anak mulai banyak bergerak

Tentu  mengawasi anak kembar pasti akan lebih sulit. Maka peran orang tua harus ditingkatkan dalam menjaga si kembar.

Mengingat bayi kembar membutuhkan penanganan yang sangat ekstra, maka melibatkan sang ayah juga sangat perlu untuk dapat meringankan beban ibu dalam mengurus si kembar.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait