Sempat Merasa Tak Layak di MasterChef Indonesia, Kai Raih Juara Dua

  • Whatsapp
Sempat Merasa Tak Layak di MasterChef Indonesia, Kai Raih Juara Dua
Sempat Merasa Tak Layak Di Masterchef Indonesia, Kai Raih Juara Dua

Muat Lebih

Loading...

Setelah bertarung dan memperebutkan gelar MasterChef Indonesia 2019, hasil akhirnya pun sudah diketahui banyak orang bahwa Stefani Horison atau Fani berhasil menang di season kelima ini.

Meskipun begitu, finalis yang sudah menjadi Mama bernama Kaisha Fridayassie atau dipanggil Kai cukup menjadi perbincangan selama menjadi peserta.

Kai memiliki sisi positif yang bisa menginspirasi semua perempuan yang sudah berkeluarga untuk tidak hanya terpaku mengurus urusan rumah tangga, namun bisa berkarya sesuai dengan keahlian masing-masing. 

Untuk Mama yang ingin mengetahui sisi lain dari Kai ketika berjuang selama menjadi peserta, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Semoga sosok Kai bisa menjadi inspirasi tersendiri untuk Mama yang sedang ingin meraih mimpi-mimpinya ya!

1. Kai buktikan banyaknya hujatan dengan prestasi 

1. Kai buktikan banyak hujatan prestasi 

Instagram.com/kaiisuper

“Umurnya berapa sih? Sok imut! Tatoan, tetapi cengeng! Jijay! Najis! Bad attitude! Cari aman terus, pakai air mata buaya!”

Itulah salah satu kalimat yang dituliskan oleh Kai di unggahan foto Instagram pribadinya. Beberapa kalimat tersebut sempat didapatkan Kai selama menjadi peserta MasterChef Indonesia Season 5. 

Kai pun sempat menuliskan bahwa lebih baik semua kata-kata negatif yang dituliskan oleh warganet ini menjadi intropeksi untuk diri mereka sendiri, lalu berusaha mengendalikan amarah mereka. Sosok Kai memang sempat dianggap sebagai orang yang hanya bisa menangis setiap kali mendapatkan komentar negatif dari para juri. 

Walaupun sempat mendapat berbagai hujatan dan komentar yang begitu tidak enak di telinga, Kai selalu memberikan yang terjadi hingga berhasil menjadi juara kedua di season kelima ini. 

2. Sudah memiliki bisnis catering sebelum mengikut MasterChef Indonesia 

2. Sudah memiliki bisnis catering sebelum mengikut MasterChef Indonesia 

Instagram.com/kaiskitchencatering

Jauh sebelum mengikuti ajang memasak MasterChef Indonesia Season 5, Kai telah memiliki usaha catering sendiri bernama Kai Kitchen Catering. Usaha catering dari Kai ini tidak hanya membuat makanan sehat dan program diet saja, namun juga berbagi pengalaman mengenai dunia bisnis hingga cooking class

Melalui kecintaannya terhadap sebuah makanan, Kai seringkali berbagi tips merintis bisnis kuliner sehat dengan modal hanya 50 ribu sesuai pengalaman pribadinya. 

Bahkan beberapa artis tanah air seperti Chris Laurent hingga Sharena Delon pernah mencicipi catering buatan Kai. Kira-kira seenak apa ya, Ma?

Editors’ Picks

3. Sempat merasa tak percaya diri saat menjadi peserta

3. Sempat merasa tak percaya diri saat menjadi peserta

Instagram.com/kaiskitchencatering

Arnold juri yang paling sering keliatan ngunyah di gallery, kalau nggak bawa mangga pasti bawa sesuatu yang ada sambelnya. Kalau lagi ngomentarin makanan walaupun kadang nyakitin, tetapi ya nggak pernah salah, karena yang dia omongin bener (lah gimana sih?). Terharu banget pas bawain buku resep ke holding room buat kita semua baca-baca, karena kupikir dia nggak se-care itu. Paling nyaman kalau diajak ngobrol. 

Sempat ngerasa “kecil” dan nggak layak ada di gallery, tetapi Chef Arnold juga yang bikin jadi percaya diri lagi. Makasiiiihh ya Chef Arnold udah jadi sosok temen ngobrol yang asik dan mentor yang baik. Bangga banget akutuh.

Itulah salah satu cerita dari Kai yang memandang seorang Chef Arnold karena telah memotivasinya agar menjadi lebih percaya diri. 

Sebagai seorang peserta tentunya Kai sempat merasa kurang percaya diri terhadap kemampuan memasaknya. Belum lagi ketika itu, teman-teman yang menjadi pesaingnya sudah cukup berpengalaman. Wajar memang kalau ada rasa kepercayaan diri sempat pudar dalam menjalani sebuah kompetisi. 

Meskipun begitu, sosok Chef Arnold yang menjadi teman ngobrol bisa memberikan beragam motivaasi untuk dirinya hingga berhasil menyelesaikan kompetisi dengan berbagai perjuangan. Walau tidak bisa meraih juara pertama, namun usaha dari Kai dapat menjadi inspirasi tersendiri.  

4. Hujatan menjadi motivasi untuk memperbaiki diri

4. Hujatan menjadi motivasi memperbaiki diri

Instagram.com/kaishamci5

Aku tau kita mungkin overwhelmed sama celetukan-celetukan yang tidak bertanggung jawab di luaran sana, sebuah pengalaman baru bisa merasakan rasa sayang dalam bentuk support dari orang yang tidak kita kenal dan merasakan rasa benci padahal mereka tidak melihat secara keseluruhan. 

Semua support jadi pelukan penyemangat dan semua hujatan jadi motivasi untuk memperbaiki diri. Pada akhirnya, kita tau bahwa sia-sia berusaha koreksi mereka semua yang seakan paling paham melebihi siapapun dengan dalih “opini objektif” mereka. Kita tau apa yang kita lakukan, ketika kita sibuk mengejar mimpi mereka menyempatkan untuk memberikan semangat, terima kasih. Ketika kita sibuk mengejar mimpi, mereka sibuk mengumpulkan energi negatif mereka untuk diluapkan kepada kita.

Curhatan Kai di atas menjadikan sebuah pembelajaran untuk seluruh pengguna sosial media agar bisa lebih menjaga jari tangannya dalam menuliskan kata-kata. Perlu disadari bahwa kalimat positif dan negatif secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap seseorang yang menerimanya. 

Sama seperti Kai yang seringkali mendapatkan komentar-komentar tidak bertanggung jawab. Walau banyak hujatan, Mama dua orang anak ini seolah tidak ambil pusing dan justru menjadikan semuanya sebagai motivasi dalam memperbaiki diri sendiri agar lebih baik. 

5. Kedua anaknya menjadi saksi perjuangan Kai

5. Kedua anak menjadi saksi perjuangan Kai

Instagram.com/kaishamci5

Jika Mama sering menonton Kai berjuang selama menjadi peserta pasti seringkali melihat dirinya berganti-ganti warna rambut. Tak hanya itu, Kai juga mencuri perhatian para penonton dengan gayanya yang unik yaitu beragam tato di tangan sebagai ciri khas tersendiri. 

Ketika  bertarung di Final MasterChef Indonesia 2019, 2 anak perempuannya yaitu Fave Dishavely dan Hana Dishavely turut menyaksikan perjuangan sang Mama. Walau hanya mengumpulkan 1434 poin selama bertarung bersama Fani, setidaknya Kai sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan keluarga. 

Usai kompetisi memasak ini berakhir, Kai akan kembali mengasah kemampuannya dalam memasak sekaligus mengembangkan usaha catering yang sudah dibangun jauh sebelum mengikuti MasterChef Indonesia. 

Perjuangan dari Kai mengejar mimpinya bisa menjadi pembelajaran dan inspirasi tersendiri nih. Setuju nggak, Ma?

Baca juga: 



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait