Pertahankan Hubungan dengan Pasangan yang Menderita Bipolar

  • Whatsapp
Tips dalam Mempertahankan Hubungan dengan Pasangan yang Menderita Gangguan Bipolar
Tips Dalam Mempertahankan Hubungan Dengan Pasangan Yang Menderita Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar merupakan kondisi mental, yang ditandai dengan perubahan suasana hati atau mood yang ekstrem pada penderitanya. Mood tersebut dapat berupa rasa senang berlebihan (mania), senang berlebih di bawah level mania (hipomania), serta kesedihan yang berlebihan (depresi).

Hubungan romantis, dapat menjadi sesuatu yang sangat sulit dijalani. Begitu pula, saat Anda menjalin asmara dengan pasangan yang mengidap gangguan bipolar. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi Anda. Sehingga Anda sangat disarankan, untuk memahami tips kencan dengan penderita gangguan bipolar.

Beberapa tips berkencan dengan penderita gangguan bipolar

Saat memutuskan untuk menjalani hubungan dengan penderita gangguan bipolar, ada beberapa tips yang harus Anda pahami. Dengan memahami dan menjalankan tips berikut ini, hubungan Anda dengan pasangan diharapkan bisa terjalin dengan baik dan sehat.

Muat Lebih

Loading...

Gali informasi mengenai gangguan bipolar

Ini merupakan langkah utama yang harus dilakukan, saat Anda berencana mengencani individu dengan gangguan bipolar. Anda dapat membekali diri sendiri dengan berbagai informasi, mengenai kondisi mental ini.

Bipolar bukanlah identitas pasangan

Gangguan bipolar bukanlah sifat asli pasangan Anda. Kondisi ini lebih merujuk pada gangguan, yang dapat memengaruhi perilaku, kepribadian, dan hubungan secara signifikan.

Memastikan pasangan mau menjalani pemulihan

Pastikan pasangan Anda menjalani upaya-upaya pemulihan. Termasuk mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, maupun mengikuti terapi dengan psikiater. Jika usaha tersebut dijalankannya, maka kecil kemungkinannya untuk siap berkomitmen dalam menjalin hubungan dengan Anda.

Tawarkan pendampingan dalam proses pemulihan

Anda dapat menawarkan diri ke pasangan, untuk menemaninya dalam mengikuti terapi. Namun, apabila ia merasa tidak nyaman untuk didampingi, jangan paksakan diri Anda. Ketidaknyamannya untuk didampingi, dapat bermakna bahwa ia ingin memisahkan kondisinya dengan hubungan asmara.

Gangguan bipolar merupakan penyakit mental. Layaknya penyakit fisik, kondisi ini membuat pengidapnya menderita, bahkan juga sengsara. Perubahan mood yang ekstrem pada penderita gangguan bipolar, mungkin dapat membuat Anda menjadi stres.

Anda mungkin membutuhkan waktu sendiri, atau menghabiskan akhir pekan tanpa pasangan. Komunikasikan hal ini kepada pasangan, tanpa menyalahkan dirinya, dan tetap berempati.

Ketika sudah sangat frustrasi menghadapi pasangan, Anda disarankan mencari bantuan. Pastikan Anda memiliki sahabat yang bersedia menjadi teman curhat. Jika dibutuhkan, Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater. Mereka mungkin dapat memberikan saran, atau sekadar mendengarkan keluh kesah Anda.

Selalu prioritaskan diri Anda

Tips di atas bisa Anda lakukan, dalam menghadapi pasangan yang menderita gangguan bipolar. Namun, mungkin ada saatnya Anda harus menyudahi hubungan dengan pasangan yang menderita gangguan bipolar.

Jika pasangan menunjukkan perilaku berbahaya, berhenti mengikuti terapi, atau menjadi sangat tidak stabil bagi Anda, Anda mungkin perlu mengakhiri hubungan tersebut. Sampaikan hal tersebut dengan baik, tanpa menyalahkan pasangan Anda.

Anda tetap dapat menjalin hubungan dengan orang yang menderita gangguan bipolar, dengan menjalani tips di atas.

Namun harus dipahami, hubungan seperti ini akan memberikan tantangan untuk Anda. Hubungan asmara dengan penderita gangguan bipolar, tentu akan membutuhkan kerjasama dua pihak, dukungan orang terdekat, serta bantuan dari ahli kejiwaan.

01 Jul 2019 | Oleh Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait