Mengenal Perbedaan Alergi, Intoleransi Makanan dan Anafilaksis

  • Whatsapp
Mengenal Perbedaan Alergi, Intoleransi Makanan dan Anafilaksis
Mengenal Perbedaan Alergi, Intoleransi Makanan Dan Anafilaksis

Konsultan gizi Cynthia Sass mengatakan reaksi alergi disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh. Respons tubuh biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi alergen. Gejala alergi makanan berkisar dari agak ringan hingga serius. Tetapi gejalanya juga kerap tidak dapat diprediksi dan memburuk dengan cepat.

Muat Lebih

Loading...

© Anda Nurlaila
Saat menyantap makanan tertentu seperti telur, ikan tuna atau udang yang menyebabkan reaksi pada tubuh, Anda belum tentu mengalami reaksi alergi makanan. Bisa jadi hal tersebut hanya intoleransi makanan.
Jakarta: Saat menyantap makanan tertentu seperti telur, ikan tuna atau udang yang menyebabkan reaksi pada tubuh, Anda belum tentu mengalami reaksi alergi makanan. Bisa jadi hal tersebut hanya intoleransi makanan.

Alergi makanan sejati yang dapat terjadi pada usia berapa pun sangat berbeda dengan intoleransi. Gejala-gejala intoleransi umumnya akibat pada enzim pencernaan yang hilang. Sehingga tubuh tidak mampu memecah makanan tertentu dan menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung.

Dikutip dari Health, konsultan gizi Cynthia Sass mengatakan reaksi alergi disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh. Respons tubuh biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi alergen, tetapi dapat terjadi hingga beberapa jam kemudian.

Gejala alergi makanan berkisar dari agak ringan hingga serius. “Tetapi gejalanya juga kerap tidak dapat diprediksi dan memburuk dengan cepat. Makanan yang memicu alergi tidak nyaman dapat menyebabkan reaksi lebih berat di waktu berikutnya,” kata Sass.

Gejala alergi

Gejala alergi bahkan bisa mengancam jiwa yang disebut anafilaksis. Gejala-gejalanya antara lain:

1. Pembengkakan tenggorokan, lidah, dan bibir

2. Napas pendek dan mengi

3. Kesulitan menelan, atau

4. Sensasi benjolan di tenggorokan yang membuat sulit bernapas

5. Gejala lainnya merasa bingung atau lemah

6. Penurunan tekanan darah sangat rendah

7. Pingsan

8. Sakit dada

9. Nadi lemah atau abnormal.

Jika mengalami salah satu gejala tersebut setelah makan, segera cari perawatan medis.

image medcom© Disediakan oleh PT Citra Multimedia Indonesia
image medcom

(Konsultan gizi Cynthia Sass mengatakan reaksi alergi disebabkan oleh respons sistem kekebalan tubuh. Respons tubuh biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah mengonsumsi alergen. Foto: Pexels.com)

Tanda-tanda alergi makanan tidak parah termasuk:

1. Kemerahan pada kulit

2. Gatal-gatal

3. Eksem

4. Bersin

5. Hidung tersumbat

6. Pilek

7. Batuk kering

8. Sensasi gatal di mulut atau telinga

9. Gejala lainnya kesemutan atau perasaan tidak biasa di mulut

10. Sakit perut

11. Mual

12. Muntah

13. atau diare

“Jika alergi makanan tertentu, asupan dalam jumlah sangat kecil pun memicu reaksi. Gejalanya juga dapat jauh lebih buruk daripada sebelumnya. Jadi, jika mengalami reaksi alergi sejati, hindari alergennya,” ungkap Sass.

Alergen makanan yang paling umum adalah susu, telur, kacang tanah, kacang pohon, kedelai, gandum, ikan, dan kerang krustasea. Makanan ini menyumbang sekitar 90 persen semua alergi makanan di AS. Jika merasa Anda mengalami reaksi alergi pada makanan tertentu, sebaiknya lakukan tes alergi.

Jika hasil tes positif, dokter mungkin akan meresepkan epinefrin auto-injector pada mereka dengan reaksi alergi parah.

Dokter juga biasanya menyarankan Anda untuk benar-benar menghindari konsumsi alergen. Diskusikan dengan ahli diet untuk mengganti makanan penyebab alergi sehingga tubuh tidak kehilangan nutrisi.

Konsultasikan dengan dokter ahli penyakit dalam maupun ke dokter kulit bila Anda merasakan alergi atau intoleransi makanan ke Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit Ibu dan Anak Harapan Kita, atau Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah. Atau kunjungi rumah sakit atau pusat layanan terdekat rumah Anda.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait