Kementan Terjunkan Tim Pastikan Hewan Kurban Bebas Anthraks

  • Whatsapp
Kementan Terjunkan Tim Pastikan Hewan Kurban Bebas Anthraks
Kementan Terjunkan Tim Pastikan Hewan Kurban Bebas Anthraks

Jakarta, Gatra.com – Kementerian Pertanian (Kementan) akan segera menerjunkan Tim Pemantauan Hewan Kurban di seluruh Indonesia untuk memastikan tidak ada hewan kurban yang terjangkit anthraks.

“Sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit seperti anthraks, seperti tahun-tahun sebelumnya, kita akan segera terjunkan Tim Pemantauan Hewan Kurban di seluruh Indonesia,” kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen PKH Kementan, Syamsul Ma’arif, di Jakarta, Kamis (11/7).

Muat Lebih

Menurutnya, tim tersebut terdiri dari petugas dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten atau kota, juga dari unsur mahasiswa kedokteran hewan, dan organisasi profesi.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa, memberikan tips memilih hewan kurban yang sehat yaitu dengan cara memilih hewan di tempat penampungan atau pemasaran hewan kurban yang telah ditetapkan atau diawasi oleh pemerintah.

Kemudian, hewan kurban yang akan dibeli juga memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari dinas atau petugas kesehatan hewan, serta pada saat dilihat atau diperiksaan hewan kurban tersebut bernapas teratur, berdiri tegak, dan tidak ada luka.

Selanjutnya, bola mata bening dan tidak ada pembengkakan, area mulut dan bibir bersih, lidah bergerak bebas dan air liur cukup membasahi rongga mulut, area anus bersih, dan kotoran padat.

“Dengan memastikan aspek-aspek tersebut, maka hewan kurban yang dipilih aman dari kemungkinan sakit dan menularkannya kepada kita” katanya.

Syamsul mengungkapkan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2018, penyembelihan hewan kurban di Indonesia mencapai 1.224,284 ekor.

Menurutnya, jumlah tersebut terdiri dari 342.261 ekor sapi, 11.780 ekor kerbau, 650.990 ekor kambing, dan 219.253 ekor domba. Kebutuhan ternak untuk ibadah kurban tahun 2019 ini diprediksi akan meningkat sekitar 10% dari kebutuhan tahun 2018.


Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait