Ini Tips Mudik Sehat ala Kemenkes

  • Whatsapp
Ini Tips Mudik Sehat ala Kemenkes
Ini Tips Mudik Sehat Ala Kemenkes

Muat Lebih

DIREKTUR Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengimbau masyarakat, terutama para pemudik, menerapkan perilaku bersih dan sehat (PHBS) untuk menghindari terserang penyakit selama mudik.

Bambang menuturkan penyakit yang paling banyak diderita selama mudik antara lain infeksi saluran nafas akut (ISPA) dan diare. Selain itu hipertensi juga ditemukan pada musim mudik 2018 lalu.

Ia mengimbau agar para pemudik tidak lupa mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan untuk menghindari kuman penyebab diare. Selain itu, masyarakat diminta mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.

Guna menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat diminta membuang sampah pada tempatnya serta tidak buang air kecil atau besar sembarangan dan menggunakan toilet yang tersedia.

“Timbunan sampah juga bisa menjadi penyebab penyakit,” ujar Bambang, ketika ditemui di acara Mudik Sehat bersama Kementerian Kesehatan di Jakarta, pekan lalu.

Baca juga: Penumpang Terminal Tanjung Priok Naik 40%

Menjaga asupan makanan selama mudik, kata Bambang, juga penting meski masyarakat tengah berpuasa.

Ia mengatakan pemudik sebaiknya menghindari makanan pedas dan bersantan agar tidak terserang diare. Pemudik dianjurkan sebaiknya memperbanyak makan buah-buahan, seperti jeruk, pisang, mangga, belimbing atau apel dan mengurangi makanan tinggi kalori dan lemak agar stamina selama berkendara tetap terjaga.

Untuk menghindari terserang ISPA, pemudik diminta menggunakan masker untuk melindungi diri dari polusi udara.

“Bila sakit, manfaatkan pos kesehatan terdekat yang ada di sepanjang jalur mudik,” kata Bambang.

Selama perjalanan, apalagi harus mengemudi, Bambang mengimbau agar masyarakat tidak meminum obat-obatan atau minuman yang menyebabkan kantuk untuk menghindari kecelakaan.

Guna menjaga keadaan tubuh tetap bugar, pemudik disarankan beristirahat setelah mengemudi setiap 4 jam, paling tidak selama 15 menit.

“Demikian pula dengan pegemudi motor. Istirahat setiap 2 jam. Lakukan peregangan, agar kita kembali segar,” tuturnya.

Ia meminta pemudik tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila sudah mengantuk, terutama jika harus mengemudi.  Selain itu, disiplin dan patuh rambu lalu lintas serta mengendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang saat hujan dan cuaca buruk.

“Semoga fasilitas kesehatan di jalur mudik/balik ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya,” tukasnya. (OL-2)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait