Harus Putus Cinta? Simak 3 Cara Menyampaikannya pada Si Dia

  • Whatsapp
Harus Putus Cinta? Simak 3 Cara Menyampaikannya pada Si Dia

Putus cinta bukan hal mudah, apalagi jika hubungan sudah terjalin lama. Tapi jika hubungan tak lagi berjalan mulus, entah karena kendala komunikasi atau hal lainnya, sebagian orang mungkin ingin segera mengakhiri hubungan itu.

Muat Lebih

Simak 3 cara terbaik menyampaikan keinginan putus cinta kepada pasangan.

© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media , TBK
foto

1. Katakan yang sebenarnya, tetapi jangan kejamJika Anda mengakhiri suatu hubungan, Anda berutang pada pasangan untuk menjelaskan alasannya, kata Rachel Sussman, psikoterapis di New York City.

“Orang-orang yang saya lihat mengalami waktu paling sulit setelah putus cinta, itu karena mereka tidak paham,” kata Sussman, dilansir Time.

Idealnya, alasan Anda seharusnya tidak mengejutkan si dia karena Anda telah membicarakan hal itu sebelumnya.

Guy Winch, psikolog di New York City dan penulis buky “How to Fix a Broken Heart” setuju bahwa Anda harus memberikan alasan, tetapi menekankan bahwa putus bukan berarti membongkar semua keluhan Anda yang terpendam termasuk komentar-komentar sinis.

Jangan lupa, pilihlah kata-kata dengan cermat dan hindari kalimat yang menyalahkan si dia. Apa yang Anda rasakan menyakitkan belum tentu secara obyektif begitu.

Anda bisa mencoba melunakkan suasana yang mungkin terasa mencekik dengan mengatakan “Kita bisa berteman, ’atau‘ sekarang bukan saat yang baik untuk kita”.

2. Lakukan sambil bertatap mukaBaik Winch dan Sussman mengatakan perpisahan yang paling bijaksana terjadi bukan di tempat umum.

Tempat terbaik untuk melakukannya adalah di rumah dia, bukan di rumah Anda, sehingga Anda dapat pergi jika situasinya sudah bisa dikontrol dan tempat itu tentu saja akrab dengan si dia.

3. Setelah putus, jangan bertindak layaknya lajangMeskipun mungkin merasa tidak nyaman untuk melanjutkan hubungan dengan mantan, menurut Winch, itu adalah hal yang biasa.

Namun, setelah memutuskan mengakhiri segalanya, Anda tidak boleh langsung bertindak seperti layaknya lajang.

“Hal terbodoh yang dilakukan orang adalah terlibat dengan orang lain sebelum hubungan mereka berakhir. Ini dapat menciptakan jarak sekaligus menyakitkan untuk dia (karena seakan Anda menipunya),” kata Sussman.

Sussman mengatakan, orang yang mengakhiri suatu hubungan terkadang memiliki pikiran lain setelah berbuat demikian, walau memang ini hanya membuat situasi menjadi berantakan dan menyakitkan.

“Luangkan waktu untuk diri Anda, menulis jurnal, berbicara dengan seorang teman atau anggota keluarga yang sangat dekat atau berbicara dengan seorang spesialis hubungan untuk mendapatkan saran” kata dia.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait