Gaya Hidup | Ibu Hamil Berpuasa? Ikuti Tips Ahli Kesehatan Ibu dan Anak Novi Maharani

  • Whatsapp
Gaya Hidup | Ibu Hamil Berpuasa? Ikuti Tips Ahli Kesehatan Ibu dan Anak Novi Maharani

AKURAT.CO, Bagi ibu hamil (bumil) tak usah khawatir untuk tetap menjalankan aktivitas ibadah selama bulan Ramadan. Meskipun, bumil tidak diharuskan untuk puasa saat hamil. Namun, pastinya ibu hamil tetap ingin menunaikan ibadah puasa dan menjalankan pelbagai ibadah Ramadan yang penuh keberkahan ini.

Muat Lebih

Ahli kesehatan ibu dan anak dari Malang, Novi Maharani, mengatakan, selama bumil telah melakukan pemeriksaan dan dokter menyatakan sehat, maka bumil diperbolehkan menjalankan puasa di bulan Ramadan.

Novi lantas memberikan tips dan trik khusus bumil selama menjalani puasa di bulan Ramadhan. Pertama, menjalankan puasa saat hamil di bulan Ramadan dengan niat dan ikhlas, agar puasa sehat ini bisa dijalankan tanpa tekanan dan enjoy. Kedua, berikan porsi istirahat yang cukup; tidak harus tidur, mungkin dengan rebahan sambil mendengarkan musik kesukaan atau membaca buku dengan santai juga bisa menjadi cara istirahat sambil ngabuburit.

baca juga:

Ketiga, kurangi aktivitas berat dan hindarkan pikiran yang berat agar bumil tidak sampai kecapekan dan mengalami stres. Keempat, jangan marah, sebab puasa kan untuk menahan nafsu termasuk marah. Orang puasa biasanya memang mudah tersulut emosi, tetapi jika Anda marah, bukankah puasanya juga batal?

“Jika selama menjalankan puasa saat hamil selama Ramadan ini bumil mengalami hal-hal diantaranya diare disertai perut mulas yang melilit, muntah hingga lebih dari 3 kali, mimisan karena pecahnya pembuluh darah, lemas, pusing disertai mata berkunang-kunang, dan keringat dingin sebaiknya batalkan puasa,” terang Novi kepada AkuratHealth di Malang, Rabu, (15/5).

Pengagum vokalis kondang Jon Bon Jovi ini lantas memberikan tips bumil untuk menu buka puasa sehat selama Ramadan. Novi menyarankan bumil mengawali berbuka dengan minuman manis dan hangat untuk membantu meningkatkan kadar gula darah. Meski demikian, perlu diingat bahwa bumil tetap harus membatasi asupan makanan dan minuman yang manis agar tidak terjadi diabetes selama kehamilan.

“Hindari juga minuman dingin karena minuman dingin dapat mengganggu kerja lambung,” ujarnya.

Tips kedua, pilih asupan menu makanan dengan kandungan karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh. Menu yang mengandung karbohidrat simpleks ini dapat bumil dapatkan dari kolak dan kurma. Bumil yang memiliki asam lambung tinggi atau GERD sebaiknya menghindari kolak.

“Pasalnya, kolak mengandung santan, dan santan dapat memicu isi lambung naik kembali ke kerongkongan,” katanya.

Tips ketiga, menurut Novi, usai menunaikan salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar namun tetap dibatasi agar tidak berlebihan karena lambung akan mengalami shock. Usai melaksanakan shalat Isya dan tarawih, sebaiknya bumil mengusahakan untuk makan lagi meskipun sedikit untuk mengembalikan energi yang sudah terkuras saat shalat tarawih tadi.

“Minumlah segelas susu hangat sebelum bumil tidur malam agar bumil lebih lelap tidur,” katanya.

Sementara untuk menu sahur, alumni kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang memberikan tips berikut. Pertama, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak untuk takaran yang cukup memadai.

“Sebaiknya bumil banyak menambahkan konsumsi daging ke dalam menu sahur. Daging merupakan makanan dengan kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi dan bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama,” ujar penyuka traveling ini.

Kedua, masukkan menu makanan yang kaya vitamin C dan seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh, utamanya untuk menghindari anemia. Ketiga, hindari konsumsi makanan manis saat sahur agar bumil tidak merasa lemas dan cepat lapar akibat terjadinya insulin shock.

Keempat, usahakan untuk banyak minum air putih hingga tiba jadwal Imsakiyah. Masukkan juga segelas susu hangat ke dalam menu sahur Anda sehari-hari. Selain baik bagi pertumbuhan janin, susu juga akan mencegah Anda dari anemia.

“Semoga tips dan trik sederhana ini bermanfaat bagi bumil untuk tetap menjalankan ibadah di bulan Ramadan yang penuh berkah ini meskipun sedang hamil,” tukasnya.[]

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait