5 Review Film Anime Jepang Paling Romantis Rekomendasi Cosmo

  • Whatsapp
5 Review Film Anime Jepang Paling Romantis Rekomendasi Cosmo
5 Review Film Anime Jepang Paling Romantis Rekomendasi Cosmo





© Disediakan oleh MRA Printed Media
5 Review Film Anime Jepang Paling Romantis Rekomendasi Cosmo

Muat Lebih

Who says animation couldn’t speak a thousand language? Nyatanya film-film animasi – apalagi anime Jepang – punya kemampuan sama sebagai tearjerker, lho. Dalam daftar berikut ini, Cosmo mengulas serta merekomendasikan lima film anime Jepang paling romantis, yang berpotensi bisa buat kamu tersentuh atau bahkan menangis haru (no shame in expressing emotion, girls!). Watch these out

The Girl Who Leapt Through Time

Mungkin tema cerita tentang menjelajah waktu sudah bukan asing lagi bagi film. Tapi dalam film anime ini, Mamoru Hosoda sang sutradara berhasil mengemas topik ini secara fresh serta penuh twist yang tidak terduga. Mungkin lebih dari itu, akan turut membuat kamu berdebar sekaligus berharap sekaligus cemas saat ikut menontonnya. Cerita penjelajahan waktu ini dimulai saat Makoto Konno menemukan objek berkemampuan ajaib di salah satu laboratorium sekolahnya. Ia pun mulai bereksperimen menggunakan kekuatan bertransportasi lintas waktu demi skenario hidup yang menguntungkan baginya, dan yang secara subjektif, baik bagi orang lain. Tapi twist dimulai saat ia diambang batas kemampuan untuk melompati waktu, dan ia dihadapkan pada konsep alami ‘waktu yang terbatas’ untuk menyelamatkan nyawa orang lain yang dikasihinya – serta nyawanya sendiri. We won’t spill out the unpredictable ending

The Garden of Words

Jika kamu sudah menonton film Makoto Shinkai yang paling fenomenal – Your Name – maka kamu juga akan terkesima dengan karyanya yang lebih awal dirilis ini. Tapi Cosmo peringatkan, jangan ekspektasi bahwa kamu akan menonton cerita romantis konvensional yang mengharu biru. Justru The Garden of Words adalah cerita cinta non-conformist yang akan membuat benak kamu meratap, “Why… why!?” Ok, kalau kamu sudah bisa merasakan ada twist dalam cerita ini, nikmatilah bagaimana Makoto memvisualisasikan sebuah relationship distingtif dalam latar animasi yang digarap dreamy dan mendetail pada setiap pergerakan. Bersiap untuk terhanyut dalam dua karakter yang memiliki masing-masing isi pikiran misterius ini. 

Summer Wars

Film anime yang satu ini tak hanya romantis, tapi juga humoris. Cerita berawal dari tokoh laki-laki Kenji Koiso yang pada akhirnya ‘terjebak’ terlibat dalam drama kehidupan seorang perempuan yang ditaksirnya. Dengan modal rela melakukan apapun untuk seseorang yang ingin ia beri impresi tinggi, Kenji pun terlibat dalam drama keluarga paling twisted yang bahkan mengharuskan si geek ini memecahkan solusi untuk keselamatan bumi dan umat manusia. Tapi sisipan romantis dari rasa suka yang berkembang menjadi pendewasaan afeksi para karakternya, membuat kamu merasa rindu dengan hal-hal yang sebenarnya essential dalam hidup: kasih sayang keluarga dan kekuatan dari companionship.  

Fireworks

Jika The Girl Who Leapt Through Time mengeksplorasi tentang penjelajahan waktu, maka Fireworks mengambil unsur transportasi waktu namun mengekspansinya lebih jauh pada dunia alternatif alias ruang semesta lain yang lantas tercipta sebagai kompensasi dari pengulangan waktu. Cerita diawali dari cinta segitiga antar dua sahabat laki-laki dan seorang perempuan dengan latar kehidupan personal yang berbeda dari tipikal keluarga lain. Karakter utama Norimichi Shimada terus menerus mengulang waktu demi bisa memberikan kebahagiaan ideal baginya serta bagi Nazuna Oikawa yang amat ingin ia selamatkan dari kesedihan. Namun seiring dengan skenario hidup yang diciptakannya sendiri, ia pun turut merasa stuck dalam dunia alternatif ini yang semakin sulit dibedakan antara kebahagiaan nyata dengan imajinasi. Akiyuki Shinbo dan Nobuyuki Takeuchi yang menggarap film ini pun sukses membuat kita berdebar pada akhir filmnya berkat ending yang ambigu, yang membuat kita harus menginterpretasikan nasib kedua tokoh utama film.

The Wind Rises

Ghibli never fails. Salah satu karya terakhir sang sutradara andalan Hayao Miyazaki ini tak hanya akan membuat kita terpesona pada animasi yang konsisten subtle, tapi juga merupakan a tearjerker. Film ini merupakan biopic fantasi bagi seorang insinyur pesawat legendaris Jepang, Jiro Horikoshi, yang mendesain pesawat perang A6M semasa Perang Dunia II. Meski ada sisipan unsur fiksi, romansa yang disoroti Miyazaki dikemas sangat relatable dengan passion individual. Yaitu gairah besar Jiro terhadap karier serta objek dari hasil karya jerih payah dan dedikasinya, yakni industri penerbangan, sekaligus jalinan hubungan romantis sang tokoh dengan cinta dalam hidupnya. Simak saja perjuangan tokoh menghadapi segala kegagalan, kehilangan, hingga kebanggaan yang dilaluinya dengan ketulusan. We dare you not to cry!

(Image: IMDB.com)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait