Trik Hemat Biaya Berlibur ke Jepang, Yuk Cek Sekarang

  • Whatsapp
Trik Hemat Biaya Berlibur ke Jepang, Yuk Cek Sekarang
Trik Hemat Biaya Berlibur Ke Jepang, Yuk Cek Sekarang

KAMU bercita-cita atau sudah memasukkan Jepang dalam lis perjalanan wisata luar negeri kamu? Sebetulnya kamu bisa menghemat biaya perjalanan ke Negeri Sakura dengan beberapa trik. Meski begitu, pengalamannya tetap sama dan gak mengurangi pengalaman berlibur kamu.

Trik menekan biaya wisata ke Jepang ini sangat penting karenga sebagian besar orang pasti mengatakan biaya ke Negeri Matahari Terbit terlalu mahal. Image itu memang sudah tertanam di benak banyak orang. Selama ini Jepang dikenal sebagai salah satu negara termahal di Asia.

Muat Lebih

Loading...

Namun, sesungguhnya, biaya wisata ke Jepang bisa disiasati agar bisa lebih murah? Dikutip Arah Destinasi berikut tips yang bisa kamu ikuti dan contoh itenerary perjalanan ke Jepang selama 14 hari dengan biaya kurang dari Rp18 juta.

1. Tiket pesawat

Sangat umum mencari berburu tiket promo untuk menekan biaya. (Foto: Pixabay/verticallimit)

Carilah tiket promo. Cara ini sudah jadi pengetahuan umum. Hanya saja, untuk mendapatkan tiket promo perlu kesabaran dan keuletan. Sering-seringlah membuka laman-laman penyedia tiket online seperti Traveloka, Nusatrip, tiket.com, dan masih banyak lagi.

Tahun ini ada maskapai penerbangan Jepang yang sempat mengeluarkan harga tiket promo ke Jakarta-Tokyo Rp2,4 juta, jadi pulang pergi menjadi sekitar Rp4,8 juta. Maskapai dari Filipina mengeluarkan tiket promo pulang pergi (pp) Jakarta-Tokyo sekitar Rp5,2 juta. Maskapai dari Hong Kong mengeluarkan tiket promo pulang pergi Tokyo di kisaran Rp5,5 juta. Sebagai gambaran, penerbangan tanpa promo termurah ada dikisaran Rp6 juta, rata-rata Rp6,3 juta pulang pergi.

Bagaimana cara mendapatkan tiket promo? Jawabannya sering-seringlah mengunjungi laman marketplace yang menjual tiket-tiket pesawat. Kunjungi setiap hari pagi, siang, malam. Jangan bosan dan jangan putus asa. Jadikan saja sebagai hiburan.

2. Akomodasi

Kamu bisa memilih penginapan murah dengan mencari tempat menginap gabungan hotel dan asrama. (Foto: Pixabay/JanClaus)
Kamu bisa memilih penginapan murah dengan mencari tempat menginap gabungan hotel dan asrama. (Foto: Pixabay/JanClaus)

Ini salah satu komponen besar saat kita melakukan traveling. Jangan khawatir, banyak cara yang bisa dilakukan. Cara paling konvensional tentu mencari hotel tempat menginap. Pilihan lainnya semi konvensional seperti dormitory atau melalui airbnb yang banyak menawarkan tinggal bersama pemilik rumah/apartemen. Ada juga rumah atau apartemen yang terpisah dari pemilik, namun kamar-kamarnya disewakan dan ditinggali tamu-tamu berbeda. Airbnb juga menawarkan banyak tempat menginap yang bisa disesuaikan budget dalam bentuk gabungan antara hotel dan asrama dengan ruang private.

Untuk membantu perencanaan, harga kamar dormitory termurah Rp300.000/orang. Sedangkan di airbnb sangat bervariasi dan tergantung kota yang didatangi. Di Tokyo rata-rata-rata di kisaran Rp430.000/orang. Di luar Tokyo sangat bervariasi, bahkan masih ada harga di bawah Rp300 ribu.

Hal yang menyenangkan dari airbnb adalah, sebagian besar tempat menginap menyediakan mesin cuci dan dapur yang bebas digunakan. Dua hal itu bisa dimanfaatkan untuk meminimalisasi pakaian yang dibawa dan menghemat biaya.

Untuk sarapan bisa membeli telur dan memasak sendiri, dipadukan dengan roti tawar atau nasi kemasan yang dijual sekitar Rp15 ribu dan tinggal dimasukan ke dalam microwave. Telur kemasan di Jepang bisa diperoleh di banyak mini market dan dihargai sekitar Rp18 ribu per kemasan 10 butir. Satu plastik roti tawar berada di kisaran harga yang hampir sama.

Hotel, perkamar untuk satu orang masih ada penawaran di kisaran Rp750 ribu, sedangkan untuk dua orang terendah sekitar Rp1 juta. Sekadar informasi, hotel di Jepang ada yang menghitung perkamar, dan ada yang menghitung perorang. Artinya beda harga untuk satu orang, dua orang, dan tiga orang. Hotel juga biasanya menyediakan piyama/kimono untuk tidur.

Jika ada cara konvensional dalam memilih penginapan, pastinya ada cara yang sebaliknya. Beberapa sistem jaringan komunitas dan pertemanan bisa jadi jalan ke luar untuk menghemat biaya. Di antaranya menggunakan bantuan laman Couchsurfing. Laman komunitas itu menyediakan banyak jaringan tempat menginap gratis berlandaskan pertemanan dan kepercayaan.

3. Transportasi lokal

Kereta cepat Shinkansen merupakan sarana transportasi pilihan di Jepang. (Foto: Pixabay/PeterW1950)
Kereta cepat Shinkansen merupakan sarana transportasi pilihan di Jepang. (Foto: Pixabay/PeterW1950)

Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan transportasi terbaik dan tentu jadi komponen cukup mahal bagi wisatawan. Secara umum jika ingin lintas kota apalagi perfecture (semacam provinsi) d Jepang, maka perlu perhitungan matang, kecuali uang tidak menjadi masalah.

Sebagai gambaran, setelah itenerary tersusun, cek biaya kereta api antar kota/perfecture yang akan dikunjungi, di antaranya lewat laman hyperdia.com. Dari situ bisa diputuskan apakah perlu membeli JR Pass (kartu/pass jaringan kereta JR termasuk kereta Shinkansen). Jika memang perlu, saatnya mempertimbangkan apakah akan membeli pass untuk satu minggu atau dua minggu. Harganya tentu beda. Masa berlaku satu minggu sekitar Rp3,7 juta, dan masa berlaku dua minggu sekitar Rp6 juta.

Jika pergi dua minggu dan hanya membeli JR Pass 7 hari, maka saat membuat itenerary, padatkan perjalanan antarprovinsi di satu minggu. Dalam kasus saya, Perjalanan antarprovinsi dipadatkan dari perfecture Saitama-Toyama-Osaka-Kyoto-Hiroshima-Yokohama selama tujuh hari. Dari Yokohama ke Tokyo sudah memasuki hari ke-8 dan JR Pass tidak lagi berlaku. Namun, tidak menjadi masalah karena letak Yokohama berdekatan dengan Tokyo dan hanya butuh biaya kereta api sekitar Rp65.000. Bandingkan dengan tiket shinkansen jika salah membuat perhitungan, dari Osaka menuju Tokyo sekitar Rp1.950.000.

Untuk transportasi dalam kota bisa menggunakan kartu Suica atau Pasmo. Kartu bisa dibeli dan di top-up hampir di setiap stasiun, berlaku selama 10 tahun, dan jika uang tersisa bisa direfund. Dua kartu ini berlaku di banyak kota besar untuk kereta api, bus dan ferry. Jika aktif berkeliling, satu hari diperkirakan atau diasumsikan sekitar Rp100 ribu.

Jika ingin lebih hemat lagi, kombinasikan dengan kartu pass lokal. Nah ini harus rajin-rajin browsing mencari informasi. Misalnya, saat datang ke kawasan Kawagoe, Saitama, bisa lebih hemat jika beli tiket bus terusan yang berlaku seharian seharga kurang lebih Rp52 ribu. di Kyoto juga ada tiket pass seharian seharga 500 yen atau Rp66 ribu. Lebih hemat jika naik turun bus, karena rata-rata sekali naik bisa 200 yen.

4. Objek wisata

Kuil salah satu pilihan wisata budaya wajib ketika ke Jepang. (Foto: Pixabay/shell_ghostcage)
Kuil salah satu pilihan wisata budaya wajib ketika ke Jepang. (Foto: Pixabay/shell_ghostcage)

Jepang punya banyak obyek wisata berbayar dan free yang bisa dikunjungi. Jadi, rajin-rajinlah browsing dan menetapkan objek wisata mana yang akan didatangi. Setelah itu hitung budget, dan buat prioritas.

Dijamin, waktu 14 hari tidak akan cukup jika ingin menelusuri dan mendalami semua objek wisata di kota atau daerah yang didatangi. Di Kawagoe misalnya, saya menghabiskan waktu satu harian untuk mendatangi Toki no Kane (menara jam), Kuil Cinta, dan menyusuri jalanan menikmati bangunan-bangunan tua, melihat-lihat kerajinan yang membuat hati menghangat, dan menikmati lalu lalang wisatawan dan penduduk lokal berbaju kimono.

Di Tateyama juga butuh waktu seharian untuk perjalanan dan bermain salju yang masih tersisa di musim panas Jepang. Di Osaka, menelusuri Dotonburi, Shinsaibashi, dan Amerikamura juga butuh waktu seharian. Jadi, memang mesti pandai-pandai menetapkan prioritas dan menyesuaikan dengan budget. Setiap pilihan tentu akan mendatangkan konsekuensi-konsekuensi yang akan mempengaruhi itenerary dan biaya. (*)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait