Tak Mau Repot, Pilih Berlibur atau Tempat Kumpul di Hotel

  • Whatsapp
Tak Mau Repot, Pilih Berlibur atau Tempat Kumpul di Hotel
Tak Mau Repot, Pilih Berlibur Atau Tempat Kumpul Di Hotel

Mantapps.com – Bukan hanya tempat wisata yang meraup keuntungan saat Lebaran. Hotel pun dipenuhi tamu. Tingkat okupansi hotel di Kota Delta, Sidoarjo naik.

Muat Lebih

Loading...

Luminor Hotel Sidoarjo dan Favehotel di Jalan Jenggolo turut kecipratan rezeki. Sejak Ramadan ruangan di hotel tersebut dipenuhi tamu yang hendak buka puasa bersama. ”Baru tahun ini ketemu Ramadan dan Lebaran. Sempat tidak ada tempat lagi untuk buka puasa,” ujar GM Hotel Luminor Sidoarjo Soesijanto.

Kondisi tersebut terus berlanjut hingga Lebaran. Kemarin (8/6) ada peningkatan 45-65 persen. Sama seperti hotel lainnya. Pada hari H Lebaran kondisinya sepi. Namun, keesokan harinya sudah ramai lagi. ”Lebaran ini tidak ada event besar. Cuma ada promo all you can eat masakan khas Lebaran,” kata Marketing Komunikasi Luminor Hotel Sidoarjo Karlina. ”Kebanyakan keluarga yang makan siang, bukan ibu-ibu sosialita. Biasanya kan lunch didominasi ibu-ibu,” lanjutnya.

Selain menginap, banyak perusahaan atau komunitas yang mengadakan halalbihalal di hotel. ”Sudah banyak yang reservasi,” tutur Karlina. ”Sehari dua sampai tiga yang reservasi untuk paket halalbihalal,” tambahnya.

Kondisi serupa terlihat di Favehotel. ”Tapi hari H sepi. Besoknya mulai naik lagi,” ujar Public Relation Favehotel Sidoarjo Aries Luhur. Nah, kemarin (8/6) okupansi hotel tersebut naik 36 persen. Pemesan ruangan untuk event pun mulai meningkat. ”Untuk hari ini (kemarin, Red), total sudah ada yang reservasi untuk 340 orang di tiga ruangan,” paparnya. Yakni, satu di meeting room besar dan dua di meeting room medium. ”Biar sinergis dengan tema Lebaran. Menu makanan seperti opor ayam dam pelengkapnya,” ucapnya.

Meski masih baru tahun ini ”bertemu” Lebaran, pengunjung tetap banyak. Trennya mulai mirip Surabaya. Banyak yang memilih hotel sebagai tempat ngumpul yang asyik. ”Tamu punya beberapa alasan. Misalnya, lebih simpel. Ada pula beberapa yang booking hotel karena tidak mau repot-repot lagi,” jelas Karlina. Sebab, mereka tidak harus membayar katering, sound system, entertainment, dan dekorasi.

Rata – Rata Okupansi Naik 80 Persen

BUKAN hanya hotel di kawasan kota yang ramai tamu. Hotel di kawasan lainnya juga padat. Bahkan, tingkat okupansinya hampir 100 persen jika dibandingkan dengan hari biasa. Salah satunya, Hotel Neo+ Waru, Sidoarjo. Hotel itu mengalami kenaikan hunian sebanyak 90 persen dari total 130 kamar.

Manager Hotel Neo+ Waru, Sidoarjo, Sumarno mengatakan bahwa kenaikan tersebut terjadi mulai Rabu (5/6). Mayoritas pengunjung, yakni sekitar 65 persen, berasal dari luar Jatim. Antara lain, Solo, Jogjakarta, dan Jakarta. ”Sebanyak 35 persen lainnya dari Jatim seperti Madura, Tulungagung, Mojokerto, dan Pasuruan,” jelasnya.

Salah seorang tamu, Naya Inggita, mengaku telah tinggal di Hotel Neo+ Waru sejak Jumat (7/6). Bersama empat anggota keluarganya, perempuan 22 tahun itu menginap karena hendak bertemu keluarga di Perumahan Delta Sari. ”Ketemu saudara juga di daerah Ketintang, Surabaya,” ucapnya.

Selama di Surabaya, dia tidak hanya bersilaturahmi. Naya juga berkunjung ke tempat wisata Sidoarjo. ”Ya, jalan-jalan. Sayang, sudah jauh-jauh ke sini tidak dinikmati,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sidoarjo Achmadi Subekti menyatakan bahwa rata-rata hotel mengalami peningkatan okupansi sekitar 80 persen. Hal itu didukung dengan adanya infrastruktur baru berupa tol. ”Banyak pendatang yang memilih tinggal lebih lama karena biaya tol tidak murah. Baru datang ketemu keluarga, tidak mungkin mau balik cepat,” katanya.

Daripada tahun lalu, Achmadi mengaku tingkat okupansi sama. Hanya, tahun ini jumlah hotel semakin bertambah. Artinya, pertumbuhan ekonomi di Sidoarjo sangat baik.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : uzi/oby/c15/c20/ai



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait