Bisnis Ritel Riil dan Maya Kompak Reguk Cuan saat Lebaran

  • Whatsapp
Bisnis Ritel Riil dan Maya Kompak Reguk Cuan saat Lebaran
Bisnis Ritel Riil Dan Maya Kompak Reguk Cuan Saat Lebaran

Jakarta, CNN Indonesia — Industri ritel, baik bisnis via riil maupun via elektronik, mereguk pendapatan sekaligus keuntungan yang besar pada periode Ramadan dan Lebaran 2019.

Muat Lebih

Loading...

Sebut saja Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) yang mengklaim tingkat pengiriman produk makanan dan minuman (mamin) selama Ramadan dan Lebaran meningkat 20 persen dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya.

Ketua Gapmmi Adhi S Lukman mengatakan angka peningkatan itu naik jika dibanding tahun lalu. Ia menyebut pertumbuhan pengiriman produk mamin ke toko ritel pada Ramadan dan Lebaran 2018 lalu hanya sekitar 10 persen-15 persen dari bulan-bulan biasanya.

“Jadi 2018 kan memang sepi, kalau puasa dan Lebaran tahun ini pengiriman meningkat,” tutur Adhi kepada CNNIndonesia.com.

Kendati demikian, ia masih menunggu data dari seluruh pelaku usaha mamin yang tergabung dalam Gapmmi terkait pengembalian barang (retur) dari toko ritel. Sebab, terjadi pengembalian besar-besaran pada Ramadan dan Lebaran 2018 lalu.

“Jadi kan kalau mau Lebaran toko ritel bisa pesan dari jauh-jauh hari, nah ada perjanjian bisa dibalikin kalau stok ternyata berlebih,” ucap Adhi.

Jika memang tingkat pengembalian mamin tak beda jauh dengan tahun lalu, maka kondisi daya beli masyarakat bisa dibilang belum lebih baik ketimbang 2018. Hanya saja, Adhi belum memperkirakan jumlah pengembalian tahun ini.

Ia justru berpendapat kondisi daya beli seharusnya memang sudah lebih baik tahun ini. Pasalnya, momen Ramadan dan Lebaran pada 2018 berdekatan dengan musim anak masuk sekolah, sehingga orang tua lebih mengedepankan kebutuhan sang anak dibandingkan belanja untuk hari raya.

“Tahun ini seharusnya tidak ada beban dari sisi makanan dan minuman. Secara psikologis orang Lebaran tahun ini lebih tenang,” pungkasnya.

Tak hanya itu, sejumlah perusahaan e-commerce yang beroperasi di Tanah Air juga mencatatkan kinerja yang jauh dari mengecewakan sepanjang Ramadan dan Lebaran 2019.
Secara rata-rata mereka berhasil mengantongi pertumbuhan penjualan lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan e-commerce Bukalapak misalnya, mengklaim mencapai pertumbuhan transaksi hingga tujuh kali lipat selama Ramadan 2019 dibanding tahun lalu.

“Sebesar lebih dari 10 kali lipat selama Hari Raya Idul Fitri 2019 dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono dalam keterangan resmi.

Untuk menjaring konsumen selama Ramadan kemarin, perusahaan e-commerce yang digawangi oleh Achmad Zaky itu menawarkan berbagai promo.

Adapun fashion wanita menjadi kategori produk terlaris selama Ramadan 2019.

“Diikuti dari kategori peralatan rumah tangga, handphone, hobi dan koleksi serta perlengkapan kantor,” imbuhnya.

Tak mau kalah, perusahaan e-commerce Shopee juga meraup lonjakan kenaikan penjualan sebesar 300 persen selama Ramadan 2019. Kenaikan ini membuat rekor baru pada transaksi penjualan Sophee selama ini.


Ilustrasi e-commerce. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

Direktur Sophee Indonesia Handika Jahja menjelaskan momen penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi faktor utama pendorong transaksi penjualan Sophee pada Ramadan ini.

“THR menjadi faktor utama peningkatan transaksi sehingga mencatatkan rekor terbaru penjualan Shopee yang meningkat hingga 300 persen dibanding tahun lalu. Hasil ini tidak lepas dari dukungan mitra brand dan para penjualan yang berpartisipasi,” katanya.

Selama Ramadan, Shopee menawarkan program untuk menjaring lebih banyak pembeli, yakni kampanye Big Ramadhan Sale. Lewat kampanye itu, Shopee memberikan penawaran dan keuntungan seperti gratis ongkir serta program Serba Rp10 ribu, dengan grand prize umroh.

“Tingginya transaksi juga terlihat dari peningkatan trafik di aplikasi Shopee yang meningkat hingga dua kali lipat,” imbuhnya.

Ia menambahkan pesanan tertinggi selama Ramadan 2019 adalah kategori kecantikan, busana muslim, peralatan rumah, telepon seluler dan aksesori, dan otomotif.

Menariknya, katanya, khusus kategori otomotif menunjukkan peningkatan karena semakin banyak orang beralih ke Shopee untuk mencari aksesori mobil.

“Pengguna Shopee dari Kota Bogor, kota terbesar ketiga di Indonesia, membeli produk terbanyak selama periode puncak Ramadhan dibandingkan dengan kota-kota lain,” paparnya.

[Gambas:Video CNN] (ulf/aud)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait