Cara Menguji Kebenaran Khasiat Zat Penambah Oktan Bensin

  • Whatsapp
Petugas mengisi Premium ke tangki sepeda motor di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, Pertamax, menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Cara Menguji Kebenaran Khasiat Zat Penambah Oktan Bensin

Mantapps.com, Jakarta – Racikan produk penambah oktan alias octane booster kini mulai marak dikalangan pengendara. Octane booster diklaim mampu merawat mesin dan membuat konsumsi bahan bakar lebih irit.

Muat Lebih

Meski demikian para pemilik kendaraan yang ingin menggunakan octane booster harus benar-benar yakin apakah produk tersebut punya kelebihan yang disebutkan tadi.

Baca juga: Cara Mudah Mencampur Bahan Bakar Minyak yang Tepat

Sebab hingga saat ini belum ada penelitian ataupun informasi yang secara gamblang menggambarkan detil terkait octane booster tersebut.

Ada dua cara yang mungkin bisa membuktikan kebenaran apakah octane booster benar bisa merawat mesin dan konsumsi bahan bakar lebih irit.

“Pengertian merawat mesin seharusnya disertai kemampuan membersihan ruang pembakaran, bahkan ada yang mampu mengikat air yang tertinggal di tangki bahan bakar,” ujar salah satu Pakar Otomotif Indonesia, Bebin Djuana, saat dihubungi Tempo, Rabu 12 Mei 2019.

“Jika mampu memenuhi janjinya hal ini bisa diperiksa setelah 1-2 minggu dilakukan pemeriksaan apakah ruang bakar benar-benar bersih,” tambahnya.

Baca juga: Standar Euro IV Dimulai 2018, Oktan Pertalite Naik Jadi 91

Sedangkan untuk kelebihan menjadikan konsumsi bahan bakar lebih irit dapat dibuktikan dengan cara mengkalkulasikan pemakaian octane booster dengan jarak tempuh.

“Jika janjinya mampu membuat efisien bahan bakar inipun dapat dihitung, sebelum memakai octane boaster 1 liter mampu menjangkau berapa kilometer, dan membandingkannya dengan konsumsi bahan bakar setelah memakainya,” ujar Bebin.



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait