Walkot Depok Kaitkan Spanduk Tolak Lagu Lampu Merah ke Politik

  • Whatsapp
Walkot Depok Kaitkan Spanduk Tolak Lagu Lampu Merah ke Politik
Walkot Depok Kaitkan Spanduk Tolak Lagu Lampu Merah Ke Politik

DepokWali Kota Depok M Idris Abdul Somad menanggapi kemunculan spanduk yang menolak pemasangan lagu di lampu merah. Idris mengaitkan penolakan itu dengan Pilkada Depok.

“Soal (spanduk) sindiran, saya memaklumi suasana politik menghangat soal pilkada. Tapi saya harapkan teman-teman semua berpolitik santun tanpa memojokkan, satu sama lain bersaing sehat,” kata Idris saat menghadiri acara pisah-sambut Kapolresta Depok di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Rabu (14/8/2019).

Muat Lebih

Loading...

Idris menilai spanduk tersebut sebagai sebuah berita kebohongan (hoax). Dia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh spanduk penolakan lagu lampu merah yang juga terdapat gambar wajahnya di spanduk tersebut.

“Sehingga kalau ada pemberitaan hoax, kita sudah sepakat deklarasi bersama Forkopimda untuk anti terhadap berita hoax, ada gambar saya, ada berita begitu sehingga kesantunan dalam berpolitik dikedepankan, dewasalah,” lanjutnya.

Meski begitu, Idris masih mempertimbangkan apakah ia akan membawa persoalan spanduk itu ke ranah hukum. “Kita lihat nanti, ya soal langkah hukum karena itu spanduk misterius tanpa nama,” ucapnya.

Lebih lanjut soal ‘lagu lampu merah’, Idris memastikan akan segera meluncurkannya pada Agustus ini. Saat ini timnya masih menyempurnakan pemasangan lagu ‘Hati-hati’ yang akan diputar di simpang Ramanda itu.

“Soal lampu merah, kami terus perbaiki kemarin kan sempat ada kerusakan teknis, pokoknya akhir Agustus siap diluncurkan,” tuturnya.

Spanduk penolakan pemasangan lagu lalu lintas itu mejeng di beberapa lokasi. Satpol PP Kota Depok sendiri telah menertibkan dan mencopot 6 spanduk di kawasan Jalan Margonda dan Cimanggis, Depok, tersebut.

(mea/idh)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait