Tanpa Intrik Politik – SultengRaya

  • Whatsapp
Tanpa Intrik Politik - SultengRaya
Tanpa Intrik Politik Sultengraya

SULTENG RAYA – Penanganan kasus terhadap terduga pelaku penyebar berita bohong alias hoax berinisial YB yang menyerang Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola makin ramai diperbincangkan.

Muat Lebih

Loading...

Namun ditengah penanganan kasus tersebut, kuasa hukum Gubernur Sulteng keburu menilai penyidik Polda Sulteng lamban menangani kasus hoaks.

Dibalik lambannya proses penanganan kasus, Pengamat Politik Universitas Tadulako, Dr Nur Alamsyah menilai kasus tersebut tidak berdampak pada politik, baik itu secara partai maupun kontestasi politik apapun.

“Saya fikir, penyidik memahami itu semua. Kalau penanganannya lamban, itu murni proses hukum, tidak ada hubungannya dengan politik apapun,” jelasnya kepada Sulteng Raya, Jumat (21/6/2019).

Menurutnya, kasus tersebut merupakan kasus personal dan tidak ada hubungannya dengan kepentingan Partai Nasdem yang mana YB tercatat sebagai kader partai tersebut.

“Tidak ada hubungan dengan kepentingan partai. Ini memang kondisi over politic yang ditampilkan oleh terduga pelaku YB,” katanya.

Dengan alasan itu, penyidik sebaiknya lebih serius menangani kasus tersebut. khusus untuk terduga pelaku YB harus benar-benar tampil sebagai politisi yang berani mengungkapkan kesalahan kepada masyarakat.

Terlebih lagi kata Dr Nur Alamsyah, terduga pelaku YB merupakan seorang politik muda yang memiliki kualitas layaknya seorang politisi yang berangkat dari seorang aktivis mahasiswa.

“Mungkin karena eforia yang berlebihan, akhirnya YB melakukan itu. Tapi saya yakin, dia bisa mempertanggung jawabkannya ke publik,” jelasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Gubernur Sulteng, Edmond Leonardo Siahaan, SH, MH menilai penyidik Polda Sulteng lamban menangani kasus hoaks, yang menyerang kliennya Gubernur Longki Djanggola.

“Dibandingkan dengan penanganan kasus hoaks terdakwa Ratna Sarumpaet dan tersangka Rahman Ijal, hanya dalam hitungan hari langsung ditangkap dan diproses. Tapi kasus kali ini belum ada titik terang,” katanya.

Olehnya itu, Edmond mendesak penyidik Polda Sulteng untuk menerapkan perlakukan di depan hukum, semua pelaku hoaks tanpa ada perbedaan perlakukan hukum antara Ratna sarumpaet maupun Rahman Ijal dengan pelaku hoaks yang menyerang gubernur.

“Penyidik harus professional dan memproses kasus ini secara transparan, karena seluruh masyarakat Sulteng mengawasi dan menanti langkah-langkah Polda,” tegasnya. RAF/TMU



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait