Studi: Gen Z Andalkan Instagram Untuk Dapatkan Berita Politik

  • Whatsapp
Studi: Gen Z Andalkan Instagram Untuk Dapatkan Berita Politik
Studi: Gen Z Andalkan Instagram Untuk Dapatkan Berita Politik

Merdeka.com – Anak muda ternyata mencari berita lewat feed Instagram mereka. Setelah penelitian sebelumnya juga memperlihatkan kalau Gen Z, tepatnya mereka yang lahir di tahun 95 hingga 2005, menjadikan Instagram sebagai aplikasi yang paling banyak digunakan, ternyata Instagram juga platform mereka untuk tahu apa yang terjadi di dunia.

Dalam survei yang diadakan Business Insider yang diikuti 1.884 partisipan di usia 13 hingga 21 tahun, Instagram jadi platform pemasok berita jadi 59 persen partisipan.

Muat Lebih

Bagaimana tidak, Instagram terbukti membuat berita ‘mudah dicerna.’ Menurut Business Insider, banyak sekali akun meme politik di Instagram. Jika ada sebuah isu politik atau global, informasi akan langsung dibuat menjadi konten. Aliran konten ini tentu tak akan pernah habis.

Saat ini pun, politisi juga makin berusia muda sehingga dekat juga dengan Instagram. Di AS ada Alexandria Ocasio-Cortez yang jadi bintang media sosial di dunia politik AS. Ia punya demografi followers Instagram usia muda dengan cukup besar.

Contoh politisi Indonesia yang juga menggunakan media sosial dengan baik adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Tsamara Amany, Budi Djiwandono, Emil Dardak, Rian Ernest, dan Faldo Maldini.

Polarisasi Pilihan Politik Karena Media Sosial

Namun pilihan anak muda untuk melek politik lewat media sosial ternyata punya konsekuensi. Menurut Business Insider, ada dua alasan soal hal ini.

Pertama, keterbatasan dalam pengunggahan konten di Instagram membuat konteks dapat terbingkai. Sebuah pidato presiden bisa terpotong sebagian untuk mencocokkan bingkai tertentu. Hal tersebut tentu dapat mempengaruhi opini seseorang terhadap seorang tokoh politik.

Alasan kedua, algoritma Instagram. Jika kita menyukai konten dari condong politik tertentu, algoritma kita akan menjahit tab explore kita untuk mendapatkan konten lain dengan tema serupa. Sehingga kita akan makin condong ke kubu tersebut.

Hal ini membuat pilihan politik bagi anak muda yang menggunakan Instagram makin terpolarisasi: suka akan makin suka, benci bisa makin benci.

Menurut Anda?

(mdk/idc)



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait