Soal Munas,JAM Golkar Duga ada yang Ingin Tuntaskan Nafsu Politik

  • Whatsapp
Soal Munas,JAM Golkar Duga ada yang Ingin Tuntaskan Nafsu Politik
Soal Munas,jam Golkar Duga Ada Yang Ingin Tuntaskan Nafsu Politik

Muat Lebih

AKTIVIS Muda Partai Golkar yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Muda Golkar (JAM Golkar) menolak adanya rencana percepatan Musyawarah Nasional Partai Golkar yang belakangan didorong sejumlah pihak di internal partai.

Selain tidak memiliki dasar konstitusional partai yang kuat, dorongan mempercepat Munas ditengarai lebih karena ambisi politik sesaat segelintir elit.

“Kalau kita cermati apa sebenarnya yang mendorong Munas harus dipercepat? Tidak ada alasan yang cukup kuat untuk itu selain karena kami mencurigai karena kepentingan ambisi politik sesaat saja dari segelintir elit dan juga mungkin saja ada pihak luar yang memang sengaja mengintervensi partai ini,” kata Koordinator Jaringan Aktivis Muda Golkar Jack Paskalis saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/6).

Jika karena hasil perolehan suara Pemilu 2019 sebagai alasan, kata dia justru menjadi aneh dan terkesan dicari-cari. Faktanya Golkar di tengah goncangan besar saat menghadapi Pemilu bisa mendapat hasil yang positif, berada di posisi  peraih kedua kursi DPR RI.

Baca juga : Aktivis Muda Golkar Tolak Percepatan Munas

“Dan lagi pula Golkar baru saja melewati masa sulit dan saat ini tengah berkonsolidasi maka sangat tidak elok ini diganggu dengan dinamika percepatan Munas. Masih banyak agenda penting lain yang dikerjakan. Lagipula apa susahnya bersabar sampai Desember 2019,” ungkap Jack.

Pihaknya dari barisan muda memaklumi posisi Ketua Umum Golkar setelah Pemilu adalah sesuatu yang sangat seksi sehingga banyak elit yang mencari segala cara untuk mendapatkannya.

“Suka tidak suka setelah Pilpres ini kan ada urusan kabinet dan jabatan lembaga negara yang tentu saja menjadi kewenangan Ketua Umum apalagi Golkar jadi pendukung utama koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Kami menduga ambisi politik inilah yang lebih menonjol. Maka sangat disayangkan,” tukas Jack.

Secara konstitusional, Munas baru akan digelar pada Desember 2019 sehingga menurut Jack, tidak ada alasan yang mendesak dan sangat kuat untuk mempercepat pelaksanaannya.

“Harus diakui bahwa apa yang diperoleh Golkar hari ini adalah karena kinerja kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto yang sudah susah payah selama 1,5 tahun membangun konsolidasi kembali partai ini. Momentum ini justru harus kita jaga dalam rangka soliditas partai mengawal agenda ke depan. Jika ada pihak yang terlalu kebelet untuk mempercepat Munas maka patut diduga pasti punya motif jangka pendek yang lain,” pungkas Jack. (OL-7)




Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait