Satu Lagi Kasus Money Politik Pemilu 2019 Akan Masuk Meja Hijau Di Toraja | updatekareba.com

  • Whatsapp
Satu Lagi Kasus Money Politik Pemilu 2019 Akan Masuk Meja Hijau Di Toraja | updatekareba.com
Satu Lagi Kasus Money Politik Pemilu 2019 Akan Masuk Meja Hijau Di Toraja | Updatekareba.com

Ilustrasi.

Updatekareba.Com, Toraja – Pelaku pelanggaran Pemilihan Umum tanggal 17 April 2019 lalu akan disidangkan di Pengadilan Negeri Makale, Kabupaten Tana Toraja, dalam pekan ini.

Muat Lebih

Loading...

Perkara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat dengan Nomor Perkara112/Pid.Sus/2019/PN Mak tertanggal Surat PelimpahanSenin, 20 Mei 2019 dan Nomor Surat Pelimpahan B-665/R.4.26/Euh.2/05/2019 dengan Penuntut Umum
Umarul Faruq, SH.

Terdakwa pada kasus ini seorang wanita berinisial FT alias MR alias T

Adapun kronologis kejadian dimana terdakwa FT pada hari Selasa tanggal 02  April 2019 sekitar pukul 17.00 WITA, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan April Tahun 2019, bertempat di Buntu Issong, Lembang Butudatu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja atau setidak tidaknya disuatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Makale, setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye pemilu secara langsung maupun tidak langsung, yang dilakukan terdakwa dengan cara dan keadaan sebagai berikut :

Bahwa Terdakwa pada hari Selasa tangal 02 April 2019 sekitar pukul 17.00 Wita bertempat di Buntu Issong, Lembang Butudatu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja mendatangi rumah warga yakni saksi inisial LL alias NB untuk memberikan kepada saksi sebuah amplop yang berisi uang sebesar Rp. 200.000,- dan mengatakan untuk memilih salah satu anggota Legislatif pada saat Pemilihan Umum pada tanggal 17 April 2019, yakni Caleg Partai Berkarya, yang pada saat itu saksi LL sedang duduk-duduk bersama dengan cucunya kemudian saksi meraba amplop tersebut dan menyimpannya.

Bahwa selain pada saksi LL, Terdakwa juga mendatangi saksi inisial LS dan memberikan amplop berisikan uang sebesar Rp. 200.000,- dengan memininta saksi LS untuk memilih Calon Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja dari Partai Berkarya, namun karena saksi LS mengetahui uang tersebut ditujukan untuk memilih salah satu anggota Legislatif maka saksi LS menolak pemberian amplop tersebut.

Terdakwa FT pada tanggal 02 April 2019 sekitar pukul 17.30 Wita mendatangi Rumah saksi inisial BE dan saksi inisial SR yang berada di Buntu Issong, Lembang Butudatu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja untuk memberikan ampol yang berisi uang sebesar Rp. 200.000, pecahan Rp. 100.000, sebanyak dua lembar dengan menyuruh untuk memilih Calon Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja dari Partai Berkarya.

FT pada saat itu merupakan anggota Pengurus Ranting Partai Berkarya Lembang Buntu datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja Periode 2017-2022 dengan jabatan sebagai Sekretaris yang dibuktikan dengan Surat Susunan Pengurus Ranting Partai Berkarya dengan Nomor: 001/PB/IX/2017 tanggal 17 September 2017.

Akibat dari Perbuatan Terdakwa beberapa warga akhirnya memilih memilih Calon Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja dari Partai Berkarya inisial ML pada saat Pemilihan Umum tanggal 17 April 2019 lalu.

Sementara Ketua Bawaslu Tana Toraja Sernita Pindan, membenarkan tentang adanya pelanggaran Pemilu 2019 yang akan disidangkan.

“Sehabis libur lebaran rencananya akan disidangkan,” kata Sernita Pindan, beberap waktu lalu.(*)

 

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait