Sandiaga Uno Ingin Istirahat Dahulu Dari Politik

  • Whatsapp
Sandiaga Uno Ingin Rehat Dari Politik
Sandiaga Uno Ingin Rehat Dari Politik

JAKARTA – Usai perhelatan pemilihan umum 2019, calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan keinginannya untuk rehat sejenak dari aktivitas berpolitik maupun kepartaian. Tak hanya itu, Sandi juga memastikan bahwa dirinya telah move-on atau merelakan secara penuh kekalahannya dalam kontestasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019.

“Saya ingin jeda politik dulu, kita soft landing,” kata Sandiaga, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (2/7).

Muat Lebih

Ia juga memastikan, dirinya saat ini tidak berafiliasi pada partai politik manapun, termasuk dengan Partai Gerindra yang menjadi kendaraan politik selama mengarungi Pilpres 2019.

Sejauh ini, dirinya mengaku belum menerima ajakan secara langsung dari para ketua umum partai politik di Indonesia untuk bergabung sebagai kader usai dirinya menjadi kontestan calon wakil presiden dalam Pemilu 2019.

Ke depannya, Sandi mengaku ingin kembali fokus pada masalah ekonomi kerakyatan dengan mengintensifkan program yang sempat digagas dirinya saat berkampanye dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

“Nanti jadi fokus kegiatan ke depan akan ada dua pilar utama, yakni Oke Oce dan Rumah Siap Kerja yang fokus menciptakan lapangan kerja terlatih,” katanya.

Sandi mengklaim, sampai saat ini tercatat sudah ada sebanyak 190 peserta Oke Oce. Dirinya pun akan berkolaborasi dengan para pelaku ekonomi untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang optimal.

Lebih lanjut, Sandi juga akan mendorong para pengusaha hebat UMKM dari kalangan ibu rumah tangga agar mendapatkan pelatihan serta pendampingan dalam memasarkan produk dan modal usaha.

Sebagai bentuk konkretnya, hari ini Sandi meresmikan terbentuknya Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) di tiga provinsi, yakni di Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Adapun WPMI itu dibentuk supaya dapat mengintensifkan kembali program ekonomi kerakyatan dan menyediakan lapangan kerja.

“Sudah 600 anggotanya di beberapa Dewan Pengurus Daerah (DPD) pada beberapa provinsi dengan total lapangan kerja yang diciptakan sekitar lima per pengusaha, jadi sekitar 3.000 lebih lapangan kerjanya,” pungkasnya. (Shanies Tri Pinasthi)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait