Politik “Plin-Plan” – Serambi Indonesia

  • Whatsapp
Politik “Plin-Plan”
Politik “plin Plan” Serambi Indonesia

Oleh Taufiq Abdul Rahim, Ketua LP4M Unmuha dan Pengajar FISIP Unsyiah

Muat Lebih

Loading...

Pasca Pemilhan Umum 17 April 2019 di Indonesia, dimana fenomena politik yang berkembang memperlihatkan kajian politik yang semakin kompleks serta menjadi lebih menarik untuk dikaji dan diamati secara prinsipil, akademik, dan perkembangan secara sosial-politik dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat. Dapat dilihat serta diamati pada hakikatnya terdapat jurang yang semakin jelas dan melebar antara orde normatif denga perilaku politik yang sebenarnya.

Perubahan ini kemudian mendorong perubahan dalam kehidupan masyarakat untuk memahami sea berfikir yang sebenarnya tentang politik saat ini yang diperlihatkan oleh partai politik serta politisi yang terlibat dalam politik praktis.

Seandainya seluruh anggota masyarakat sepakat, akur terhadap segala adat, kebiasaan dan adab, akhlak, nilai serta norma sosial, maka semua perlakuan menjadi mudah untuk diramal, diperkirakan serta dijangkakan, karena segala-galanya berlandaskan nilai, norma dan akhlak tersebut. Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah dalam praktik yang sesungguhnya.

Saat ini hampir setiap hari tampak berbagai perlakuan yang dilakukan berlawanan dengan permasalahan yang diucapkan, baik oleh pemimpin partai politik, para politisi dan yang terlibat aktif secara politik dalam menyatakan sikap, perilaku serta tindakan yang disaksikan oleh seluruh anggota masyarakat. Sehingga seringkali yang diucapkan pada awalnya akan akan berubah serta bertentangan pada tahapan selanjutnya.

Ini disebabkan adanya kepentingan terhadap posisi, kedudukan serta jabatan yang diharapkan oleh pemimpin partai politik ataupun politisi yang berambisi untuk tetap mendapatkan jabatan serta kedudukan untuk kepentingan pribadi, partai, dan kelompoknya. Hal ini dinyatakan oleh Bailey (1970: 87), sesungguhnya orang banyak atau masyarakat selalu mengatasi sistem ini tanpa dihukum dan dari sinilah diawali berlakunya perubahan terhadap sistem tersebut.

Dala hal ini, lebih lanjut memperlihatkan kelemahan yang terdapat dalam antropologi adalah, kita dan seluruh masyarakat terikat dengan “sistem”, meskipun diketahui bahwa kehidupan masyarakat banyak setiap hari asyik mencoba mencari jalan untuk mengatasi sistem ini dan kita hanya memberikan perhatian terhadap permaslahan ini setelah mereka tertangkap dan dihadapkan ke meja pengadilan dan akhirnya dihukum (Bailey. 1970: 87).

Dalam praktik politik perilaku individu sebanarnya mampu berbuat sesuatu di luar aturan yang berlaku demi mencapai suatu tujuan yang diinginkannya. Dalam kehidupannya seorang individu yang terlibat aktif dalam dunia politik juga sebagai manusia ekonomi (economic man) atau pun melaksanakan pilihan rasional yang sanggup mengerjakan dengan berbagai cara serta upaya apa pun untuk memaksimalkan perolehannya.

Praktik politik yang dilakukan oleh para pemimpin politik serta para politisi kemudian akan melakukan dengan praktik bahwa, tujuan individu tidak terbatas terhadap kebutuhan ekonomi saja, tetapi juga di dalam kekuasaan, yaitu politik (Gedhill. 1994: 132).

Dalam hal ini dapat dipahami dengan kata lain, dimana secara serentak menjadi manusia ekonomi dan juga manusia politik apabila dianya sanggup melaksanakan berbagai permasalahan menyalahi norma untuk mendapatkan kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, dan memperluas kekuasaannya.



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait