Pilkades Tanon, 45 Calon Deklarasi Siap Perangi Money Politik

  • Whatsapp
Pilkades Tanon, 45 Calon Deklarasi Siap Perangi Money Politik
Pilkades Tanon, 45 Calon Deklarasi Siap Perangi Money Politik

SIGIJATENG.ID, Sragen – Para calon kepala desa (cakades) siap perangi politik uang dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di 15 desa di Kecamatan Tanon, Sragen. Deklarasi yang diikuti 45 cakades ini dalam giat Fokus Group Discution (FGD) Kecamatan Tanon di Balai Desa Karangasem, Senin malam (5/8/2019).

Kegiatan FGD itu dalam rangka menciptakan Pilkades serentak Tahun 2019 di Kecamatan Tanon yang Aman dan Kondusif.

Muat Lebih

Loading...

Kabag Ops Polres Sragen AKP Y. Trisnanto mengatakan, kegiatan sebagai bentuk sosialisasi pihak kepolisian dalam memerangi money politik Pilkades serentak di 167 desa di Sragen. Kebetulan di kecamatan Tanon ada 15 desa dengan 45 cakades yang akan bertarung, turut dalam perangi money politik.

“Para calon kades yang bertarung harus memberikan contoh yang baik
dalam pilkades sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar jujur
dan amanah sesuai harapan masyarakat desa,” papar AKP Y. Trisnanto.
Kasatreskrim Polres Sragen AKP Suharno mengatakan, money politik atau politik uang yang masuk kategori suap ini bisa dijerat dengan tindak pidana hukum.

Karena antara yang memberi maupun yang menerima suap bisa dijerat
pasal hukum.

“Maka untuk antisipasi permainan money politik dalam pilkades, harus ada kesepakatan bersama antar calon bertarung fair dan dan menjaga kondusifitas wilayah,” papar AKP Suharno.

Dikatakan AKP Suharno, dalam perangi money politik ini akan dibentuk Satgas yang mendapatkan SK dari kepolisian. Satgas itu diambil dari masing-masing kader calon kades. Mereka saling mengawasi agar tak terjadi money politik.

“Hanya saja untuk penanganan kasus money politik nantinya yang bisa kesepakatan antar calon, namun bila kasusnya berat langsung dibawa ke
ranah hukum,” tutur AKP Suharno.

Camat Tanon Suratman menjelaskan, sosialisasi anti money politik ini menindaklanjuti deklarasi anti money politik Bupati Sragen dengan para anggota Forkopimda dalam pilkades serentak September mendatang. sementara salah satu tokoh masyarakat tanon Muslim Ahmadi menanyakan soal kategori dan batasan money politik. Karena selama ini sudah banyak calon yang meminta dukungan maupun lakukan lobi-lobi untuk menggaet warga untuk memberikan dukungan dalam pilkades nantinya.

“Karena selama ini para calon yang mendatangi rumah warga dengan
memberikan sesuatu untuk meminta dukungan sudah ramai berjalan,
sehingga perlu adanya penjelasan soal batasan anti money politik,”
ucap Muslim.

sedangkan salah satu calon kades Desa Tanon, Haji Nurfuad mengaku
telah dua kali mencalonkan diri sebagai kades. Hanya saja, karena tak
pernah memakai uang, dirinya selalu kalah.

“Adanya deklarasi anti money politik ini, kami berharap dalam pilkades
benar-benar tak menyebar uang. Karena kami ingin memberikan teladan
yang baik dalam mencari pemimpin tanpa ada permainan uang,” ucap
Nurfuad. (santo)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait