Pemilihan Wakil Bupati Bekasi, Pengamat: Awas Dinasti Politik

  • Whatsapp
Foto aerial pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta. ANTARA/Hafidz Mubarak A
Pemilihan Wakil Bupati Bekasi, Pengamat: Awas Dinasti Politik

Mantapps.com, Bekasi -Partai Golkar Kabupaten Bekasi menjaring 18 orang menjadi bakal calon Wakil Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2017-2022.

Diantara nama-nama yang masuk, satu merupakan adik terpidana kasus suap proyek Meikarta, Tuti Yasin.

Muat Lebih

Tuti merupakan adik Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi yang terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 lalu. Neneng ditangkap KPK karena kasus suap perizinan proyek Meikarta yang dikembangkan kelompok Lippo. Neneng divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Bandung karena terbukti menerima suap belasan miliar rupiah.

Selama kekosongan jabatan, posisi Neneng diisi oleh Eka Supria Atmaja yang merupakan wakilnya. Eka ditunjuk menjadi pelaksana tugas Bupati Bekasi, sampai akhirnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantiknya menjadi Bupati Bekasi definitif pada Juni lalu. Untuk mengisi posisi Wabup, Golkar sebagai partai pengusung di Pilkada membuka penjaringan.

Pengamat Hukum dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Slamet Pribadi mengatakan secara hukum tidak ada larangan mengenai dinasti politik, akan tetapi dinasti politik menurut dia, memiliki resiko besar terjadinya korupsi.

Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin dan beberapa pejabat tinggi daerah Bekasi mengikutii sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu, 8 Mei 2019. Neneng dan pejabat lainnya didakwa menerima suap proyek Meikarta sebesar Rp 18 miliar dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun. TEMPO/Prima Mulia

“Dinasti itu menimbulkan nepotisme, itu pemicu korupsi, bisa individual, bisa secara berjenjang. Karena seakan-akan negara ini milik yang bersangkutan, kemudian negara ini atau wilayah ini diturunkan ke dinastinya,” ujarnya di Bekasi, Jumat, 5 Juli 2019.

Meski demikian, ia enggan mengomentari lebih jauh perihal pencalonan adik kandung Neneng Hasanah Yasin. “Kejahatan itu tidak bisa diwariskan, kalau soal perdata itu bisa diwariskan. Kalau kejahatan tidak bisa, itu urusan pribadi,” kata dia.

Ia berpandangan, dinasti politik dapat berdampak positif jika mempunyai niatan baik.

“Dinasti itu enggak apa-apa jika dia baik, yang tidak boleh itu kalau tidak baik, itu dalam pandangan sempit saya,” ujar mantan juru bicara Divisi Humas Polri ini. Karena itu, menurut dia, cawabup Bekasi yang ideal adalah mereka yang paham soal administrasi, hukum dan taat asas.

Sebelumnya adik Neneng Hasanah Yasin, mengatakan maju mendaftar Calon Wakil Bupati Bekasi karena terpanggil sebagai putri daerah yang faham dengan Kabupaten Bekasi. “Saya ingin membangun bersama Bang Eka (Bupati),” kata Tuti di Kantor DPD Partai Golkar, Kabupaten Bekasi pada Senin lalu.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait