Media Siap Menjadi Mitra Petarung Politik

  • Whatsapp
https://www.tagar.id/Asset/uploads/738770-redaktur-tagar.jpeg
Media Siap Menjadi Mitra Petarung Politik


Muat Lebih

Loading...

Tigor Munte saat menjadi narasumber acara talkshow ‘Momentum Anak Muda Memimpin Kota Pematangsiantar’. (Foto: Tagar/Fernandho Pasaribu}

Pematangsiantar – Redaktur Tagar.id, Tigor Munte menjadi salah seorang pemateri dalam diskusi ‘Momentum Anak Muda Memimpin Kota Pematangsiantar, di Patarias Cafe, Jalan Sangnauwaluh, Kamis 13 Juni 2019.

Tigor mengatakan, media sangat besar peranannya mendorong tokoh-tokoh tertentu menang dalam kontestasi politik. “Sudah mulai terlihat niat-niat teman-teman muda untuk maju menjadi pemimpin. Bagaimana mereka-mereka ini bisa memanfaatkan kekuatan media mendorong perubahan itu,” katanya.

Dia mengatakan, selama ini pandangan masyarakat tentang media selalu fokus pada koran, radio dan televisi. Namun, perlu diketahui bahwa saat ini sudah ada media berbentuk website atau media digital, yang juga sangat membantu para petarung politik.

Berita sebelumnya: Pemuda Pematangsiantar Diimbau Tak Lagi Jadi Figuran

“Memang media ini menurut saya adalah titik yang paling menentukan. Politik itu sesungguhnya tidak bisa terlepas dari media,” tukasnya.

Dia tegaskan, selain media arus utama seperti koran, radio, televisi dan website, ada juga kanal baru bernama media sosial.

“Dan saat ini ada yang sedang berkembang, website atau media digital. Nah kemudian juga dalam perkembangan berikutnya. Ada satu semacam media alternatif yang disebut sebagai media sosial. Itu juga sebenarnya sangat bermanfaat dalam mendorong gerakan-gerakan politik yang hari ini kita bicarakan,” tambahnya.

Pun begitu, ada juga media yang bersifat mementingkan pribadi sendiri, juga bisnis dan kelompok tertentu. Yang menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap media berkurang.

“Ada pertanyaan, kenapa media sepertinya tidak menjadi edukator terhadap masyarakat. Kadang-kadang media itu bersifat pragmatis. Nah ini yang juga menjadi pertanyaan kita di Siantar. Banyak sebetulnya media yang mau menjadi mitra bagi teman-teman politisi, terutama kalangan muda, banyak yang mau bersinergi dengan teman politisi,” terangnya.

Seperti yang terjadi saat ini, banyak orang yang mendirikan media hanya untuk kepentingan-kepentingan tersendiri yang membuat masyarakat alergi dengan media itu sendiri.

“Banyak juga orang yang curiga dengan media arus utama yang hari ini disitir oleh pemilik, yang kepentingannya sangat banyak. Ada kepentingan politik pribadi, kepentingan politik kelompoknya dan kepentingan politik yang pragmatis. Orang menjadi alergi dengan yang seperti itu,” cetusnya.

Untuk anak muda sendiri, dikatakannya, banyak yang sudah mulai berniat terjun ke dunia politik praktis dan politik non praktis. Banyak juga yang sudah masuk ke dunia politik, menjadi pengurus. Namun ada juga yang bergerak dengan yang sifatnya mempengaruhi kebijakan publik.

Berita sebelumnya: Kaum Muda Siap Memimpin Siantar

Dia lalu mengimbau agar masyarakat yang menggunakan sosial media sebagai media alternatif lebih berhati-hati. Karena menurutnya, di situlah justru banyak jebakan-jebakan, seperti hoaks yang berpotensi dijerat Undang-undang ITE.

“Penggunaan media sosial harus digunakan dengan hati-hati, karena ada jebakan-jebakan. Di mana pemerintah sudah melahirkan Undang-undang ITE. Di mana kita tidak bisa sembarangan misalnya men-share dan meng-upload informasi yang sifatnya tidak terverifikasi. Jadi teman-teman dari kalangan pegiat politik sangat bermanfaat ketika menggunakan media,” katanya.

Hanya saja, ungkapnya, bagaimana memanfaatkan dua kanal ini. Media sosial sebagai media alternatif dan media mainstream atau media arus utama. []



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait