Manuver Politik Berebut Kursi Wakil Bupati Kulonprogo

  • Whatsapp
Jogjainside.com
Manuver Politik Berebut Kursi Wakil Bupati Kulonprogo Sangat Mungkin

Jogjainside.com, Kulonprogo – Perbincangan mengenai siapa dan dari partai mana, yang paling pantas untuk menduduki posisi wakil bupati, setelah Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo lengser, dan Sutedjo ( Wakil Bupati ) naik menjadi Bupati Kulonprogo, semakin hangat di masyarakat.

Hasto Wardoyo, sebelum bertolak ke Jakarta, untuk dilantik sebagai Kepala BKKBN, memang telah menegaskan bahwa kursi Wakil Bupati menjadi hak PDIP, dan siapa yang pantas mendudukinya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada DPC PDIP Kulonprogo.

Muat Lebih

Loading...

“Calon wakil dari PDIP. Ada regenerasi,” ujarnya lugas dan tegas kepada wartawan Jumat ( 28/6).

Hasto Wardoyo, juga menegaskan bahwa sesuai aturan perundangan, maka setelah ia lengser dari kursi Bupati Kulonprogo, otomatis wakilnya akan naik menjadi bupati.

“Nanti Pak Tejo ( Sutedjo, dari PAN, red ) yang naik, wakil yang naik. Kemudian nanti dicari calon wakil bupatinya,” kata Hasto Wardoyo.

Dengan pernyataan Hasto Wardoyo tersebut, berarti tidak ada ruang bagi partai pengusung lainnya untuk mengajukan kandidat  Wakil Bupati.

Tonny H. Prasetyo, mantan Ketua DPC PDIP Kulonprogo, ketika diminta pendapatnya mengatakan, aturannya memang tidak ada partai lain ( dalam koalisi Hasto – Tedjo, red ) yang berhak mengajukan kandidat Wakil Bupati, setelah Hasto Wardoyo lengser.

“Karena hak mengajukan  calon ada di tangan PDIP. Sedang PAN sesuai aturan main sudah mendapatkan kursi bupati. Ini aturan main yang sudah baku, dan etikanya tidak boleh lagi ada manuver-manuver dari pihak manapun ( partai lain, red),” katanya.

Tetapi dalam politik, segala bentuk manuver selalu ada kemungkinan muncul. Baik dari PAN sendiri, meskipun sudah mendapatkan kursi Bupati. Kemudian ada PKS, Nasdem, maupun Golkar.

“Kalau semua partai pengusung mentaati aturan yang ada, dan memegang etika berkoalisi maka mestinya tidak ada usulan nama kandidat Wakil Bupati lain selain dari PDIP, yang kemudian disahkan oleh sidang paripurna DPRD, menjadi Wakil Bupati, ” katanya.

Kalau kemudian dalam perkembangannya pada beberapa hari ke depan, ada manuver politik dari partai peserta koalisi seperti PAN, PKS, Golkar atau Nasdem, menurut Tonny bisa saja terjadi.

“Kalau sampai manuver itu ada, berarti seperti membeli kupon undian berhadiah, niatnya untung kalau nggak untung ya namanya juga undian, gambling. Belinya pakai uang, pasti niat dong, tetapi kalau nggak nembus, kembali ke hakekat dasarnya undian untung – untungan,” ujar Tonny.

Tetapi menurut Tonny sebaiknya semua pihak ( partai koalisi pengususng Hasto – Tedjo ) memegang erat etika berkoalisi, dan melihat sejarah terjadinya koalisi serta menyadari posisi masing-masing partai. Sehingga tidak memperkeruh situasi sosial politik Kulonprogo. Apalagi manuver yang terbangun melibatkan para pihak di luar Kabupaten Kulonprogo. Akan runyam, katanya. (sug)

Oleh : Suyono Sugondo

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait