KPU Sebut Indonesia Belum Siap Pemilu e-Voting

  • Whatsapp

Mantapps.com – Setelah banyaknya petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia saat bertugas, pendapat agar pemilihan umum di Indonesia dilakukan secara elektronik atau electronic voting (e-voting) mengemuka lagi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menilai penggunaan perangkat canggih elektronik memang akan sangat efisien jikak digunakan.

Muat Lebih

Loading...

Namun ia menilai setidaknya hingga lima tahun ke depan, hal itu masih sulit diterapkan secara nasional. Sebab system e-voting mensyaratkan infrastruktur (jaringan listrik dan internet) yang baik.

Belum lagi soal biaya untuk pengadaan mesin yang relative mahal. Di beberapa negara yang menggunakan model e-Voting, mereka harus menyediakan minimal 5 mesin. Tujuannya jika 1 atau 2 mesin ngadat masih ada 2 mesin cadangan.

Bayangkan saja, dengan jumlah TPS di Indonesia yang mencapai 810 ribu, jika 1 TPS ditempatkan 3 mesin, setidaknya butuh 2,4 juta mesin. Bisa saja jumlah pemilih di TPS diperbanyak. Namun kultur di Indonesia, biasanya TPS mendekati calon pemilih bukan sebaliknya. Di beberapa negara yang sudah maju demokrasinya, pemilih yang mendekati TPS.

Ia juga mengungkapkan, dari pengamatannya berkunjung ke sejumlah negara maju justru mulai meninggalkan sistem e-voting. Di sejumlah negara, proses pencoblosan kembali ke pola konvensional. Hanya saja saat proses penghitungan mereka menggunakan electronic accounting.

Namun jika memang e-Voting mau diterapkan di Indonesia, Arief melanjutkan, hal itu bisa dimulai secara bertahap.

Contributor: Mantapps

Loading...

Pos terkait