Kisah Tragis Bung Karno di Akhir Hayatnya, Status Tahanan Politik Orde Baru & Terima Tindakan Makar

  • Whatsapp
Kisah Tragis Bung Karno di Akhir Hayatnya, Status Tahanan Politik Orde Baru & Terima Tindakan Makar
Kisah Tragis Bung Karno Di Akhir Hayatnya, Status Tahanan Politik Orde Baru & Terima Tindakan Makar

TRIBUNMANADO.CO.ID – Kisah kelam sang proklamator Soekarno Hatta (Bung Karno) di akhir hayatnya.

Muat Lebih

Diasingkan hingga diabaikan serta mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya diterima oleh seorang Proklamator pendiri bangsa.

Cerita tragis Bung Karno di ujung usia hidupnya, menderita sakit hingga menerima hukuman sebagai tahanan.

Mengutip dari TribunJateng.com, Setelah diberhentikan sebagai Presiden RI pada tahun 1967, Soekarno (Bung Karno) segera diperintahkan untuk meninggalkan Istana dalam waktu 2×24 jam.

Waktu sekitar 2 hari itu jelas merupakan waktu yang tidak cukup untuk melakukan perpindahan secara leluasa mengingat saat itu Bung Karno sedang sakit.

Ia kemudian tinggal di rumah Ibu Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta dan tidak mendapat perlakuan yang layak sebagai mantan Presiden I RI dari pemerintah Orde Baru.

Tidak lama kemudian Bung karno dipindahkan oleh penguasa ke Bogor.

Saat itu Proklamator Kemerdekaan RI itu sedang dalam keadaan sakit ginjal yang makin parah sehingga wajahnya terlihat bengkak-bengkak.

Kemudian, atas permohonan keluarga, Bung Karno dipindahkan di Wisma Yaso (sekarang Museum Satria Mandala), Jakarta Pusat.

Pada 21 Juni 1970 tiga tahun setelah diberhentikan sebagai Presiden, Bung Karno meninggal dunia akibat menderita sakit ginjal kronis sehingga ginjalnya tidak berfungsi sama sekali.



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait