Kestabilan Politik akan Angkat Pergerakan IHSG di Akhir Pekan

  • Whatsapp
Kestabilan Politik akan Angkat Pergerakan IHSG di Akhir Pekan
Kestabilan Politik Akan Angkat Pergerakan Ihsg Di Akhir Pekan

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada akhir pekan ini. Kondisi keamanan dan politik dalam negeri yang mulai stabil usai kerusuhan 22 Mei akan menjadi angin segar bagi indeks untuk menguat.Dennies Christoper Jordan, Analis Artha Sekuritas mengatakan IHSG memiliki potensi untuk mencapai level 6.100. Selain karena faktor dalam negeri yang mulai kondusif, rupiah yang kembali menguat juga menambah stamina pasar saham hari ini.

Muat Lebih

“IHSG berpotensi menguat didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah dan kondisi dalam negeri yang mulai kondusif,” papar Dennies seperti dikutip dari risetnya, dikutip Jumat (24/5).

Seperti diketahui, aksi massa memang mulai reda pada Kamis (23/5) kemarin setelah dua hari berturut-turut terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dengan aparat penegak hukum. Unjuk rasa itu dilakukan oleh sejumlah pihak yang tak terima dengan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sejalan dengan aksi massa yang melunak, rupiah juga tampak menguat kemarin. Mengutip RTI Infokom, rupiah tercatat naik 0,45 persen di level Rp14.460 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 16.05 WIB.Lebih lanjut Dennies mengungkapkan potensi penguatan IHSG hari ini bersifat terbatas. Pasalnya, perang dagang antara AS dengan China masih menghantui pergerakan indeks.“Namun penguatan diperkirakan terbatas melihat tekanan dari sentimen global yang kembali memanas,” terang dia.Hari ini, Dennies memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 5.904-5.968 dan resistance 6.070-6.108. Ia merekomendasikan agar pelaku pasar mencermati saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Medco Energi International Tbk (MEDC), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).[Gambas:Video CNN]

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah berpendapat sama dengan Dennies. Dari segi teknikal, peluang IHSG untuk bertengger di area 6.000 begitu besar.

“Secara teknikal memberikan indikasi penguatan lanjutan yang masih cenderung terbuka lebar mengingat baru keluarnya momentum dari area jenuh jual,” ungkap Lanjar.

Menurutnya, IHSG kini mengarah level area 6.100 atau pergerakan rata-rata indeks dalam 200 hari terakhir. Lanjar memproyeksi IHSG hari ini berada dalam rentang support 6.000 dan resistance 6.150.

Sejumlah saham yang bisa dicermati, kata Lanjar, antara lain PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Informasi saja, IHSG kemarin konsisten melaju di zona hijau hingga berakhir di level 6.032 dengan penguatan signifikan 1,56 persen. Mayoritas saham pun tampak menguat, yakni 294 saham.

Sebaliknya, bursa saham Wall Street anjlok tadi malam. Rinciannya, Dow Jones terkoreksi 1,11 persen, S&P500 1,19 persen, dan Nasdaq Composite 1,58 persen.


(aud/agt)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait