Jokowi Diyakini Telah Mengakhiri Polarisasi Politik

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang bersama Prabowo Subianto (kiri) dalam gerbong MRT menuju stasiun MRT Senayan, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Jokowi Diyakini Telah Mengakhiri Polarisasi Politik

Jakarta: Pertemuan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diyakini mengakhiri polarisasi politik yang terjadi di masyarakat. Pertemuan itu bahkan dianggap telah mencegah meluasnya polarisasi sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Oleh sebab itu beliau (Jokowi) ingin memberikan gestur gitu bahwa dengan bertemunya beliau dengan Prabowo sebenarnya sudah selesai (persaingan dalam pemilu). Sehingga polarisasi sosial itu tidak terjadi, itu harapan beliau,” ujar Staf Khusus Presiden Siti Ruhaini Dzuhayatin dalam diskusi di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juli 2019.

Muat Lebih

Loading...

Menurut Siti, polarisasi politik terjadi hanya sesaat, namun bila berlanjut, berpotensi pada polarisasi sosial. Ia tak menampik bahwa polarisasi politik memunculkan peningkatan sentimen, termasuk terhadap agama.

“Karena sentimen itu bukan hanya soal agama, bisa etnis, etnoreligius itu yang sebetulnya sangat dekat sekali dengan kontestasi politik. Beliau (Jokowi) sangat menyadari itu dan sehingga pertemuan dengan Prabowo ini jadi salah satu cara,” ujar Siti.

Langkah pertemuan dua tokoh tersebut, kata Siti, diyakini menata kehidupan sosial di masyarakat. Khususnya pada harmonisasi antara politik, demokrasi dan agama.

Ia mengatakan Jokowi ke depannya akan lebih sering mengeluarkan kebijakan yang memperkuat konsolidasi antar elit politik. “Bertemunya beliau dengan Prabowo itu mengakhiri kontestasi politik yang sesaat. Jadi saya kira ke depan kebijakan beliau pasti akan ke arah konsolidasi,” ucap Siti.

Jokowi dan Prabowo melakukan pertemuan di Stasiun MRT Senayan, Jakarta pada Sabtu, 13 Juli 2019. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi sebagai presiden terpilih periode 2019-2024. (JMS)

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI
Loading...

Pos terkait