JAM Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

  • Whatsapp
JAM Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan
Jam Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

Jakarta, Beritasatu.com – Jaringan Aktivis Muda Golkar (JAM Golkar) menilai Airlangga Hartarto masih layak menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam waktu 5 tahun mendatang. JAM Golkar menilai Airlangga merupakan sosok yang berhasil menyelamatkan partai Golkar dari turbulensi politik pasca dualisme kepemimpinan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

Muat Lebih

“Dalam situasi saat ini dan demi menjaga keutuhan dan kejayaan Partai Golkar ke depan maka kami menganggap sosok dan figur Mas Airlangga Hartarto adalah figur dan sosok yang masih pas dan tepat untuk memimpin kembali sebagai Ketum DPP Partai Golkar 5 tahun ke depan,” ujar Koordinator JAM Golkar Jack Paskalis di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Jack mengakui bahwa pasca kontestasi politik Pileg dan Pilpres 2019 digelar, dinamika politik justru mulai bergulir di internal Partai Golkar. Dinamika ini, kata dia, terkait adanya dorongan sejumlah pihak untuk mempercepat Munas Partai Golkar dengan alasan bahwa hasil Pileg 2019 tidak maksimal karena perolehan suara Partai Golkar yang turun dibanding Pemilu 2014.

“Gerakan ini tentu saja dipahami dalam konteks dinamika demokrasi meski harus diakui juga bahwa berdasarkan fakta hasil Pileg 2019 Partai Golkar berada di urutan kedua perolehan suara nasional sekitar 12 persen, setelah PDIP,” ungkap Jack.

Jack beranggapan perolehan tersebut merupakan pencapaian yang patut diacungi jempol karena Golkar sejak 2014 mengalami turbulensi politik sejak dualisme kepemimpinan nasional antara ARB dan AL. Bukan itu saja, kata dia, Golkar sempat mengalami tsunami politik kembali karena Ketua Umun Setya Novanto diterpa kasus korupsi.

“Konsolidasi yang tadinya sudah mulai berjalan akhirnya harus berhenti di tengah jalan sampai akhirnya pada Desember 2017, DPP Golkar menetapkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum. Persis Airlangga memegang kendali partai ini dalam situasi yang tidak normal maka bukan suatu hal yang biasa jika dalam 1,5 tahun kepemimpinannya Golkar masih bisa mendapat perolehan suara seperti pada Pileg 2019 ini,” terang dia.

Sementara Salah satu Inisiator JAM Golkar Hendrik Jauhari Oratmangun menilai desakan untuk mempercepat musyawarah nasional (Munas) Golkar merupakan sesuatu yang berlebihan. Bahkan, kata dia, hanya didasari oleh nafsu politik semata oleh segelintir orang.

“Patut diduga isu ini menguat karena kita tahu bahwa saat ini sedang ramai penyusunan kabinet kerja Jilid II di bawah kepemiminan Jokowi-Amin,” tutur dia.

Hendrik mengatakan Munas adalah kewajiban organisasi yang memang harus dijalankan namun tentu berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan bersama yaitu pada bulan Desember 2019. Karena itu, Hendrik menyarankan siapapun kader Golkar yang berkeinginan untuk maju menjadi Ketum Golkar harus menunggu pelaksanaan munas sesuai konstitusi yaitu bulan Desember 2019.

“Selain itu kami mensinyalir bahwa gerakan mempercepat pelaksanaan munas terindikasi disetir oleh pihak luar Partai Golkar yang punya kepentingan sesaat dan sama sekali tidak memahami kultur dan adat dalam partai Golkar,” jelas Hendrik.

Lebih lanjut, Hendrik menegaskan JAM Golkar mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional yang pelaksanaanya bulan Desember 2019 sesuai konstitusi organisasi dan konsesus bersama seluruh pemilik suara pada munaslub 2017. JAM Golkar, kata Hendrik, menolak segala bentuk intervensi pihak luar terhadap dinamika internal Partai Golkar.

“JAM Golkar menyerukan kepada seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas partai dan tidak terpancing oleh gerakan yang ingin memecah belah partai dan juga meminta kepada kader partai yang ingin maju sebagai Ketum Golkar agar bersama dan menunggu pelaksanaan munas pada Desember 2019,” pungkas Hendrik.

Sumber: BeritaSatu.com



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait