Ini Pengakuan Istri Caleg soal Kasus Bongkar Makam karena Beda Pilihan Politik

  • Whatsapp
Ini Pengakuan Istri Caleg soal Kasus Bongkar Makam karena Beda Pilihan Politik
Ini Pengakuan Istri Caleg Soal Kasus Bongkar Makam Karena Beda Pilihan Politik

TAKALAR, Mantapps.com – Mariama Daeng Ngiji, istri dari caleg Partai Gerindra Burhanuddin Talli, mengaku, hanya memerintahkan pemindahan satu makam dalam kasus pembongkaran makam karena beda pilihan politik.

Muat Lebih

Loading...

Sebelumnya, warga menyebut ada empat makam yang harus dibongkar karena kasus ini.

Mariama mengaku, makam yang diminta untuk dipindahkan yakni makam Nurhayati Daeng Lebong, yang merupakan istri Abdul Rauf Daeng Ngampa.

Baca juga: Caleg di Daerah Ini Disebut Minta Bongkar 4 Makam yang Ada di Lahannya

“Itu lahan kan milik saya dan dijadikan pemakaman keluarga, dan saya cuma perintahkan pindahkan satu makam saja, bukan empat,” kata Mariama, saat ditemui Kompas.com, dikediamannya di Jalur Trans Sulawesi, Jalan Poros Pattalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019).

Tiga makam lainnya, yakni makam Mallarangang Daeng Ngopa dan Labaso Daeng Tunru serta Sugi Daeng Ngiji, tidak diperintahkan untuk dipindahkan dengan alasan masih kerabat dekat.

Dia menyebut, motifnya memerintahkan pemindahan makam bukan karena beda pilihan politik, tetapi karena masalah pemasangan baliho caleg lain di depan rumah Abdul Rauf Daeng Ngampa.

Pihaknya mengaku selama ini kerap membantu Abdul Rauf Daeng Ngampa, namun belakangan muncul baliho caleg lain.

“Saya dengan Rauf Opa (Abdul Rauf Daeng Ngampa) sebenarnya masih kerabat dan sejak awal dia yang ajak suaminya saya, untuk maju caleg. Tapi, belakangan dia malah pasang baliho caleg lain di depan rumahnya, padahal selama ini apa pun yang dia minta kami tolong dia,” kata Mariama.

Pembongkaran empat makam tersebut terjadi pada Minggu (9/6/2019) lalu. Pembongkaran empat makam ini menjadi viral di jejaring sosial.

Baca juga: Polisi Bongkar Makam Sulasmini yang Semula Dinyatakan Tewas Dipatuk Ular

 

Keluarga korban sebelumnya mengatakan, pemilik lahan memerintahkan pemindahan itu karena beda pilihan politik.

“Memang katanya lahan tersebut adalah miliknya dan dijadikan pemakaman umum warga di sini, tetapi istrinya datang ke rumah suruh bongkar itu kuburan, katanya karena kami tidak pilih suaminya,” kata Abdul Rauf Daeng Ngampa.

Kini, empat makam milik kerabat Abdul Rauf Daeng Ngampa dipindahkan ke areal perkebunan berjarak lima ratus meter dari lokasi pemakaman sebelumnya.



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait