Emosi SBY Pecah Ketika Prabowo Bicara Politik Saat Melayat

  • Whatsapp
Emosi SBY Pecah Ketika Prabowo Bicara Politik Saat Melayat
Emosi Sby Pecah Ketika Prabowo Bicara Politik Saat Melayat

Selama dua hari ini sejak almarhumah Ani Yudhoyono, tak ada politisi yang mau mengeluarkan komentar terkait politik. Semua politisi mengesampingkan pilihan politik demi kemanusiaan. Atau lebih tepat dikatakan, kemanusiaan lebih utama dari pada mempersoalkan pilihan politik. Pun tak ada sambutan para pelayat yang menyinggung masalah politik. Praktis seluruh media mainstream pun tidak menyinggung soal politik SBY atau Ani Yudhoyono atau keluarganya.

Muat Lebih

Kemarin Prabowo muncul ke publik dan melayat ke rumah SBY untuk menyampaikan turut berduka. Sayangnya momentum mengharukan ini, ketika para tokoh nasional bertemu dalam suasana duka, rusak gara-gara Prabowo tidak bisa memilah kata dalam keterangan persnya, ketika dia tidak punya empati dengan berbicara mengenai pilihan politik Ani Yudhoyono pada Pilpres 2014 dan 2019.

Menurut laporan Mediaindonesia dan Kompas, Prabowo menyinggung soal pilihan politik Ani Yudhoyono ketika Pilpres 2014 dan 2019. Di sini saya kutip kedua keterangan tersebut:

“Tanpa ditanya wartawan, Prabowo menambahkan, dirinya mengaku mendapat informasi soal pilihan Ibu Ani ketika Pilpres 2014 dan 2019.” (Mediaindonesia)

“Sejak masih remaja, Prabowo mengaku sudah mengenal ayah Ani, Sarwo Edhie Wibowo. “Saya kira Beliau istri yang sangat mendukung suami, cerdas, loyal,” kata Prabowo. Setelah itu, Prabowo mengaku mendapat informasi soal pilihan Ibu Ani ketika Pilpres 2014 dan 2019.” (Kompas)

Atas pernyataan Prabowo yang menyinggung soal pilihan politik Ani Yudhoyono tersebut, SBY meminta dengan sangat agar Ani Yudhoyono tidak dikaitkan dengan politik. Dia menyatakan pernyataan Prabowo kurang tepat. Dan dia juga meminta dengan sangat agar mengerti situasi mereka yang sedang berduka.

“Ini hari penuh ujian bagi saya. Ibu Ani jangan dikaitkan dengan politik. Please. Saya mohon, statement Pak Prabowo, Bu Ani pilih apa pilih apa, tidak tepat, tidak elok disampaikan. Tolong mengerti perasaan kami yang berduka. Ibu Ani yang baru saja berpulang. Beliau tidak ingin dikaitkan dengan politik apa pun.” (SBY, Mediaindonesia)

Pernyataan SBY seperti ini jarang kita dengar. Biasanya SBY tidak langsung menyebut nama orang. Dia juga tidak terbiasa menilai pernyataan secara langsung menyebut orangnya. Pun dia tidak akan membantah orang pada saat itu juga.

Sepertinya SBY tidak mau rasa duka mereka dikaitkan dengan kepentingan politik. SBY tidak mau kematian istrinya dipolitisasi sedemikian rupa sehingga dia harus menghentikan dan memperingatkan Prabowo untuk tidak menghubungkan dengan politik.

Dan menurut saya reaksi SBY ini bisa jadi bentuk kemarahan atas pernyataan Prabowo yang tidak tahu memilih kata-kata yang tepat untuk keluarga yang sedang berduka. Kalau bukan karena kemarahan, SBY tidak akan membantah Prabowo dengan telak seperti itu.

Saya sendiri tidak paham kenapa Prabowo mengeluarkan pernyataan seperti itu. Kalau dikatakan hanya kesalahan memilih kata-kata yang tepat untuk keluarga yang sedang berduka, sepertinya sangat tidak masuk akal. Karena tidak mungkin juga Prabowo hanya melayat kali ini saja.


Berita Lainnya :
Ada juga kemungkinan Prabowo memang tidak punya kenangan tentang Ani Yudhoyono selain kenangan politik. Kalau ini yang terjadi, saya kira lebih baik untuk tidak menyatakannya. Hanya saja tetap saja tidak masuk akal dia tidak punya kenangan tentang Ani Yudhoyono sementara dia pernah mengaku bahwa SBY adalah mentornya. Masak iya sih tidak punya kenangan tentang mentor kita sendiri?

Kalau mau berpikir positif, maka anggaplah Prabowo salah memilih kata sampai mengeluarkan pernyataan seperti itu. Maklum, dia hanya bisa orasi sambil marah-marah.

Tetapi kalau mau berpikir logis, maka memang Prabowo belum move on dari kekalahan. Itu sangat masuk akal.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Pos terkait