Dianggap Provokasi, Gabungan Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik

  • Whatsapp
Dianggap Provokasi, Gabungan Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik
Dianggap Provokasi, Gabungan Relawan Cinta Nkrl Kutuk Petualang Politik

SURABAYA – Gabungan Relawan dan Elemen Rakyat Cinta NKRI mengutuk gerakan petualang politik dengan mengatasnamakan rakyat dan agama tertentu. Sebab, mereka menilai petualang politik ini telah membangun narasi-narasi jahat berupa provokasi, seakan-akan rakyat tidak percaya pada KPU dan Bawaslu terkait hasil Pemilu 2019.

Muat Lebih

Loading...

“Kami mengutuk gerakan-gerakan petualang politik yang telah mengganggu ketentraman dan ketertiban serta merongrong kewibawaan lembaga-lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu, aparat keamanan serta pemerintah yang sah,” kata Ketua Presidium Layar Jokowi, Sugeng Nugroho, kepada wartawan di Kuliner Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Sabtu (25/5/2019).

Selain itu, Sugeng juga mengutuk gerakan-gerakan petualang politik yang telah mempermalukan rakyat dan bangsa Indonesia, yang sejatinya telah dewasa berdemokrasi menjadi seakan-akan tidak paham arti demokrasi dan negara hukum.

“Kami juga mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla beserta jajarannya untuk secara hukum, dan berdasarkan kewenangan yang dimiliki untuk menumpas para perusuh dan petualang-petualang politik yang ada di belakang mereka. Kami menuntut pertanggung jawaban secara moral, politik, ekonomi serta kerugian materil dan imateril yang diderita rakyat dan negara selama ini akibat provokasi dan anarki yang mereka lakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ksatria Airlangga, Teguh Prihandoko menambahkan, pihaknya mendorong seluruh elemen masyarakat untuk melakukan rekonsiliasi pascapilpres demi keutuhan NKRI dan persatuan kesatuan bangsa.

“Kami harap untuk tidak mempercayai lagi segala ucapan dan tindakan dari para petualang politik yang nyata-nyata bekerjasama dengan kelompok-kelompok, tokoh-tokoh anti Pancasila dan anti NKRI, karena selama ini telah menipu rakyat dengan berbagai muslihat berkedok gerakan ultra nasionalis maupun agamis, padahal hanyalah gerakan adu domba yang tega mengorbankan rakyat,” kata Teguh.

Teguh juga mengimbau dan meminta dengan tegas kepada pemerintah dan aparat keamanan sebagai pemegang keadaulatan rakyat serta penjaga rakyat untuk segera membersihkan lembaga-lembaga pemerintah pusat dan daerah, departemen dan non departemen yang terindikasi, terafiliasi, berkonspirasi, terkontaminasi zat gerakan-gerakan radikalisme yang membahayakan NKRI. “Rekonsiliasi tentu bakal berdampak positif, dan membuat suasana sejuk terhadap masyarakat di bawah,” ujarnya.

Gabungan Relawan dan Elemen Rakyat Cinta NKRI ini terdiri beberapa elemen masyarakat, di antaranya adalah Relawan Nelayan Tradisional (Layar) Jokowi, Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM), Pakar Jokowi (Pak Jo), Badjo NKRI, Barisan Nasional (Barnas), Pemuda Demokrat, Pemuda Marhaen, SWS, Suara NKRI, Advokat Indonesia Maju, GRJ, GMNI dan Ksatria Airlangga.

Mereka menggelar tasyakuran secara sederhana atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, berdasarkan hasil Real Count KPU yang diumumkan pada 21 Mei 2019 sebesar 55,50 persen (85.607.362 suara). Rivalnya, Prabowo-Sandi meraup 44,50 persen (68.650.239 suara



Artikel ini telah lebih dulu tayang di SITUS INI

Loading...

Pos terkait